Ini Saran dari Dewan Pendidikan Kab. Bandung Agar Tidak Negeri Minded

Pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Bandung Dr. Mumun Mulyana, M.Pd (kiri) dan H. Endi Suhendra, S.Pd., M.Pd./visi.news/ist
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Dewan Pendidikan Kabupaten Bandung menyoroti pentingnya Pemkab Bandung membuka SMP Negeri baru di beberapa kecamatan yang mengalami kelebihan jumlah lulusan SD.

Menurut Dr. Mumun Mulyana, M.Pd mengungkapkan, sekarang ini harus ada political will dari pemerintah dengan menyisihkan sebagian besar dana pendidikan dan DAU pendanaan sekolah baru. “Ketika dalam proses pengembangan sekolah baru harus dilakukan pendidikan masarakat agar negeri mindednya berkurang, bahkan paradigma sekolah dimanapun sama harus terbangun. Jangan sampai dengan tersedianya sekolah negeri memenuhi keinginan masyarakat mematikan skolah swasta,” ujar Mumun kepada VISI.NEWS, Rabu (15/7/2020).

Paradigma masyarakat agar tidak negeri minded itu, kata Mumu bisa berkurang selama pemerintah bisa mendorong sekolah-sekolah swasta lebih kompetitif, baik dari SDM pengajar maupun sarana pendidikan yang tersedia. Ini harus ada dukungan dari pemerintah dengan membantu swasta menjadi lebih baik, dan slogan yang tidak pernah berhenti untuk meyakinkan masyarakat bahwa pemerintah sekarang sudah mendorong swasta lebih baik. Selama “kampanye” itu tidak dilakukan, mengajak masyarakat untuk mengurangi negeri minded hanya bahasa politik.

“Totalitas pembangunan di negeri ini mah diwarnai bahasa politik semata apalagi menjelang Pilkada. Contoh kongkrit sekarang dinamika politik lagi panas tiap hari politik jelang Pilkada mewarnai semua sendi kehidupan, bukannya bagaimana membangun sekolah baru,” ungkapnya.

Catatan Penting

Sementara pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Bandung lainnya, H. Endi Suhendra, S.Pd., M.Pd., menyampaikan beberapa catatan penting agar bisa terlaksana penambahan sekolah baru.

Ada beberapa hal kenapa calon-calon siswa masih berburu sekolah negeri (negeri minded), dengan kata lain sekolah negeri masih menjadi pertama bahkan yang utama bagi calon siswa, antara lain:

  1. Tingkat kepercayaan masyarakat kepada sekolah negeri pada umumnya masih tinggi dalam kaitannya dengan mutu.
  2. Guru dan fasilitas belajar di sekolah negeri lebih memadai dibanding dengan swasta pada umumnya.
  3. Biaya pendidikan di sekolah negeri relatif lebih rendah dibanding dengan swasta meski tidak selalu berarti lebih murah.
  4. Kaitannya dengan SBE (Site, building and Equipment), sekolah negeri relatif lebih memenuhi syarat-syarat edukatif.

Untuk itu kepada pihak sekolah swasta, Endi menyarankan untuk :

  1. Meningkatkan kepercayaan msyarakat yang relatif masih rendah terkait dengan mutu.
  2. Guru dan fasilitas belajar relatif masih belum memadai dilihat dari standar persyaratan yang harus dipenuhi.
  3. Biaya pendidikan di swasta relatif lebih tinggi dibanding dengan sekolah negeri.
  4. Kaitannya dengan SBE pada umumnya tidak/belum memenuhi standar yang memadai.

Maka, Endi memberikan solusi agar calon-calon siswa itu tidak negeri minded :

  1. Sekolah swasta harus berusaha neningkatkan kepercayaan masyarakat melalui berbagai upaya seperti memperbaiki dan meningkatkan mutu pembelajaran/lulusan, fasilitas, sarpras sehingga bisa sejajar dengan sekolah negeri.
  2. Pemerintah harus membantu mensosialisasikan keberaadaan sekolah swasta kepada masyarakat luas
  3. Pemerintah juga harus memperketat persyaratan pendirian sekolah swasta.
  4. Akreditasi bukannya hanya sebatas formalitas, tetapi harus berkualitas dan tuntas.
  5. Pembukaan Sekolah baru hendaknya memperhatikan berbagai aspek diantaranya, demografis, geografis, sosiologis, dan juga budaya.

“Harus diakui bahwa saat ini disatu sisi masih ada sekolah yang kosong, sementara disisi lain ada sekolah yang melebihi daya tampung. Ini berarti sebelum sekolah itu dibuka terlebih dahulu harus dilakukan studi dan uji kelayakan,” pungkasnya.@mpa/asa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Robert dan Yaya Semangati Puja

Rab Jul 15 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Dukungan terus mengalir untuk Puja Abdillah yang kini sedang menjalani masa pemulihan seusai operasi di bagian kepalanya. Kali ini, dukungan datang dari pelatih Persib, Robert Alberts.  Pelatih berkebangsaan Belanda ini mengunjungi Puja yang sedang dalam masa perawatan di Rumah Sakit Al-Ihsan, Baleendah, Kabupaten Bandung, Selasa (14/7). […]