Ini yang Menyebabkan Bupati Bandung Dadang Supriatna Merasa Sangat Kehilangan oleh KH Asep Jamaludin

Silahkan bagikan

Oleh Bambang Melga Suprayogi

BERTEMPAT di Masjid Jami Al Husaini yang berada di Komplek Pesantren Al Husaini, Lebak Biru Ciheulang, Kabupaten Bandung, pada Jumat (24/11/2023), jenazah KH Asep Jamaludin di salatkan oleh ratusan santri, para pengurus Nahdlatul Ulama, Bupati HM Dadang Supriatna, Kapolresta Bandung, Dandim, para pejabat pemerintahan, para kolega serta seluruh Ketua Ormas Islam yang ada di Kabupaten Bandung.

Pihak keluarga yang diwakilkan oleh KH. Tarya Witarsa, mengucapkan, rasa duka mendalam, “Inalillahi wainnailaihi rojiun, bahwa yang datang dari Allah SWT, akan kembali kepada Allah SWT, dan semoga kepergiannya, akan mendapat rahmat belas kasih sayang dari Allah SWT, dan doa dari semuanya akan menjadi pembuka pintu maghfirah, dan perjuangannya dalam membesarkan lembaganya, terkhusus Nahdatul Ulama, akan menjadi amal ibadah beliau untuk bekal ya di alam barzakh”.

Kata sambutan lainnya disampaikan oleh KH. Dadang Munawar,  adik almarhum yang juga Bendahara PCNU Kabupaten Bandung. Ia menyampaikan, “Sebagai pribadi, atas nama keluarga, mohon dimaafkan atas segala kekhilafan dari beliaunya, dan mudah mudahan kepergiannya mendapat ampunan dari Allah SWT.”

“Saya masih sangat ingat, lima hari sebelum Kang Asep meninggal, ia minta ngobrol dengan saya. Kang Asep sempat terucap bahwa ia ingin segera sehat, dan ia sudah sangat semangat ingin beraktivitas untuk NU. Malu katanya lama diam. Ia ingin kembali mengurus NU. Pesannya dari beliau kepada saya adalah, titip lembaga, titip NU, tuturnya, dan sekali lagi atas nama keluarga, saya mengucapkan terimakasih, terkhusus pada bapak bupati yang intens membantu mengurus beliau selama ia sakit. Beberapa hari lalu, karena sudah tidak enak kesehatannya, beliau di bawa ke Jakarta untuk di operasi. Namun Allah menakdirkan lain, semoga almarhum meninggal dengan mendapat Rahmat dan Magfirah Allah SWT, aamiin .”

Baca Juga :  Jaga Pemilu Jurdil, Tim Anies Siapkan Dua Relawan di Setiap TPS

Dr. Umar Farouk M.Si. sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al Husaini, menyampaikan bahwa pada saat ia ada, sangat memperhatikan kemajuan lembaga ini. “Atas nama Yayasan Pendidikan Islam Lebak Biru, dan atas nama keluarga besar Al Husaini, saya mengucapkan terimakasih kepada beliaunya dan keluarga, atas pengabdian dan pengorbanannya, yang telah banyak berjuang untuk lembaga pendidikan Al Husaini ini.”

“Selanjutnya, saya meminta dorong doanya dari pada semuanya, untuk almarhum yang merupakan ponakan saya ini, semoga selamanya beliaunya ada dalam magfirah, dan dicatat kebaikannya sebagai amal Soleh untuk beliaunya, ” tutur Umar Farouk.

Almarhum Nanya Ini pada Bupati

Bupati Bandung Dr. HM Dadang Supriatna, menyampaikan pesan, dan terimakasihnya atas kedatangan Kapolresta Bandung, Dandim, Ketua MUI dan seluruh jajaran, Sekda, para Kepala OPD, para Camat, Pimpinan Ormas Islam, para alim ulama, Ketua Dai Kamtibmas Kabupaten Bandung, dan pengurus Nahdlatul Ulama se-Kabupaten bandung yang telah hadir pada kesempatan tersebut.

“Pada hari ini, kita ditinggalkan oleh salah satu tokoh ulama, yang hubungan dengan saya selaku bupati, sangat mencetak sejarah, di mana pertama kali pertemuan, antara beliau dengan saya, disaksikan juga oleh para pengurus NU lainnya, saat itu di awal-awal proses pencalonan saya sebagai bupati,” ungkap bupati mengingat pengalaman awal berinteraksi dengan KH Asep Jamaludin ini.

Dalam kesempatan itu, ia bertanya pada dirinya, apa cita-citanya sehingga mau menjadi bupati ?

“Dan di jawab oleh saya. Saya bercita-cita ingin menghormati ulama, dan Alhamdulillah, saya akhirnya mendapat support dari beliaunya, hingga jadi bupati. Sehingga kini, apa yang menjadi kebijakan pemerintah, oleh saya sepenuhnya untuk kebaikan agama ini, semoga itu pun menjadi andil beliaunya juga, aamiin “

Baca Juga :  Mentan Sebut Musim El Nino Gorila Sangat Dahsyat : Tekan Impor Sekarang Juga !

Dan pada saat jadwal Jumat keliling, kata bupati, kiai menitipkan pesan pada padanya untuk menitipkan para ulama, umat, dan NU. “InsyaAllah akan saya ingat pesan itu, dan jadi pegangan untuk saya, ” tandasnya.

“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Bandung, merasa kehilangan, dan saya meyakini setiap orang yang meninggal pupus semua pahala, kecuali 3 perkara. Amal jariah akan terus mengalir, dan dengan pesantren ini, akan menjadi ladang amal yang tidak berhenti.”

“Ilmu yang bermanfaat, dan InsyaAllah ilmu yang bermanfaat ini akan terus mengalir pada almarhum, karena mengajarkan ilmu juga”.

“Yang ketiga, amal yang terus mengalir adalah dari anak yang saleh, dan ini para santri semuanya, adalah anak-anaknya juga, yang tentunya akan terus mengalirkan doa dari mereka buat almarhum. Menurut Kang Haji Cucun, orang tua kita ini,Kiai Asep Jamaludin adalah orang tua yang saleh”.

Bupatipun menegaskan,  jika ada hutang piutang, ia atas nama keluarga siap untuk menanggulanginya, dan turut prihatin kita semua dengan kepergiannya.”Tapi dengan kesalehannya itu, sangat membahagiakan saya”.

“Semoga ini menjadi bahan tafakur untuk diri kita semuanya, agar selalu menjadi pengingat kita kepada Allah SWT,” pungkas bupati.

Ustad Agus Saifulhayat dari Pesantren Sukaguna, Desa Mekarjaya, Cililin, dalam tausiah Istibronya menyampaikan, bahwa kematian adalah sesuatu yang pasti. Dan tidak bisa di tolak-tolak, dan maunya meninggal di mana, itu menjadi rahasia Allah, jika Allah sudah menghendaki waktunya tiba, maka tidak ada yang bisa menolak.

“Pada suatu kisah di jaman Nabi SAW, ketika ada jenazah di gotong, dan pada saat melewati mereka yang terdengar adalah keburukannya, dan Nabi pu mengatakan, “Wajabat”.
Dan lain waktu, ada jenazah di gotong dan yang dibicarakan adalah kebaikannya, Nabi SAW kembali berkata, “Wajabat”.

Baca Juga :  Presiden Hadiri HPN 2021 yang Digelar Virtual

Sabda Rasulullah, wajib jeleknya, maka wajib ke nerakanya, dan yang baik, maka wajib baiknya, dan wajib masuk ke surganya Allah.

Acara salat jenazah di imami oleh KH. Cecep Abdullah Shayid dari pondok pesantren Al Falah Nagreg dan ketua JQH Jawa Barat.

  • Ketua LTN NU Kabupaten Bandung

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

AMSI Gelar Diskusi Terbuka What's Next After Publisher's Right: AI For Media, "Kurang Sak Nil" Perpres Diteken Presiden

Sab Nov 25 , 2023
Silahkan bagikanVISI.NEWS | JAKARTA – Masyarakat Pers di Indonesia sangat menanti peraturan presiden tentang publisher rights yang hampir empat tahun dibahas, namun belum kunjung ada tanda akan diteken presiden Joko Widodo. Sebaiknya perpres itu segera diteken karena semakin ditunda, akan semakin membuat nasib perusahan pers kita semakin berat. Demikian benang […]