Search
Close this search box.

InJourney Akan Transformasi 5-7 Bandara Besar pada 2026

Bandara Internasional Kualanamu di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut)./visi.news/merdeka Indonesia.

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Holding BUMN Sektor Aviasi dan Pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney berencana melalukan transformasi lagi ke 5-7 bandara kelolaan tahun ini. Hal tersebut menyusul pemolesan Bandara Soekarno-Hatta Jakarta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menyampaikan ada 37 bandara yang dikelola InJourney Airports, proses transformasi akan dimulai pada bandara-bandara terbesar. Bocorannya, Bandara Juanda Surabaya dan Bandara Kualanamu Medan.

“Tahun ini kita akan masuk ke 5 bandara utama, jadi ada Surabaya ada Kualanamu dan 5 bandara terbesar,” ungkap Maya dikutip dalam keterangannya, Selasa (20/1/2026).

“Jadi kita yang tahun lalu Soekarno-Hatta dan Ngurah Rai kita akan masuk ke 3 bandara lagi, jadi tahun ini harapnya 5-7 bandara kita akan transformasi,” sambungnya.

Proses transformasi disebut akan dimulai pada Februari 2026, bulan depan. Adapun, 37 bandara kelolaan InJourney telah melayani 157 juta orang penumpang sepanjang 2025.

Proses transformasi juga akan dilakukan di destinasi wisata yang dikelola oleh grup InJourney seperti Borobudur, Prambanan, hingga Taman Mini Indonesia (TMII).

“Lalu juga untuk hotel, tahun lalu kita me-launch di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, salah satu hotel heritage yaitu Bali Beach, di tahun ini kami akan me-launch Grand Hotel De Djokdja. Ini adalah hotel heritage di Malioboro yang memang sangat ikonik, dari tahun 1911,” tuturnya.

Sebelumnya, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) menyebutkan terdapat 109 penerbangan pesawat pada Senin (12/1) mengalami penundaan (delay) akibat cuaca buruk yang melanda wilayah tersebut.

General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta Heru Karyadi di Tangerang, Senin, mengatakan berdasarkan data Airport Operation Control Center (AOCC) CGK pada pukul 06.00 hingga 14.00 WIB terdapat 109 penerbangan ditunda.

Baca Juga :  Pemilu Bangladesh Buka Pintu Pengaruh Baru China di Tengah Merenggangnya Hubungan dengan India

Selain itu sebanyak tujuh penerbangan berputar terlebih dahulu (go around) sebelum mendarat dan 31 penerbangan dialihkan mendarat ke bandara lain (divert).

“Kami terus berkoordinasi intensif dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan penanganan operasional yang cepat dan tepat terkait dampak hujan pagi ini,” ucapnya.

Sebagai langkah antisipasi, kata dia, Bandara Soetta menjalankan prosedur delay management untuk meminimalisir dampak dari penundaan keberangkatan penerbangan melalui koordinasi antar-instansi.

Ia mengatakan atas dampak cuaca buruk ini kondisi drainase di dalam kawasan bandara berfungsi dengan baik, dipastikan seluruh fasilitas sisi udara (air side) seperti apron, taxiway, serta Runway 1, Runway 2, dan Runway 3, dapat tetap beroperasi normal dan tidak terdapat genangan air.

“Dampak lain dari curah hujan yang tinggi ini adalah adanya genangan di sejumlah titik menuju bandara,” tuturnya.

Oleh karena itu pihaknya mengingatkan kepada para penumpang pesawat dan pengguna jasa Bandara Soetta agar bisa tiba tiga jam lebih awal dari waktu penerbangan, guna mengantisipasi perubahan jadwal dan kondisi lalu lintas, serta memantau informasi penerbangan melalui aplikasi/website maskapai dan layar informasi di bandara.

Sementara itu Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia telah menerapkan prosedur go-around, holding, maupun divert, sebagai bagian dari menjaga keselamatan penerbangan.

EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro menyampaikan seluruh prosedur tersebut sejalan dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, serta regulasi Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), termasuk Annex 2 dan Annex 6 dan CASR yang berlaku di Indonesia.

“Seluruh aturan tersebut menegaskan bahwa keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama dan Pilot in Command memiliki kewenangan mengambil keputusan demi keselamatan penerbangan,” ucapnya. @desi

Baca Berita Menarik Lainnya :