VISI.NEWS|BANDUNG Bursa transfer Januari kembali memunculkan ketegangan di internal Inter Milan. Ketertarikan serius AFC Bournemouth terhadap Luis Henrique justru membuka tabir masalah yang lebih besar di tubuh Nerazzurri: krisis stok pemain di sektor bek sayap kanan.
Klub asal Inggris itu dilaporkan telah mengajukan pendekatan konkret untuk mendatangkan wing-back Brasil tersebut. Namun hingga kini, Inter Milan bersikeras menutup pintu negosiasi. Keputusan itu bukan dilandasi nilai jual, melainkan kekhawatiran kehilangan satu-satunya opsi yang tersisa.
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, menegaskan bahwa situasi tim saat ini tidak memungkinkan adanya pelepasan pemain.
“Kami tidak bisa kehilangan pemain di posisi itu sekarang. Dengan kondisi yang ada, setiap pemain sangat penting,” ujar Chivu.
Cedera Denzel Dumfries menjadi titik balik krusial. Absennya bek asal Belanda tersebut memaksa Inter mengubah perencanaan, sekaligus mengangkat status Luis Henrique menjadi pilihan utama, meski performanya kerap menuai kritik.
Manajemen klub pun mengakui bahwa rencana mencari solusi sempat dilakukan. Namun semua jalur berujung buntu.
“Kami mencoba beberapa opsi, tetapi tidak ada yang bisa direalisasikan dalam waktu dekat,” kata seorang sumber internal klub.
Nama Joao Cancelo sempat masuk radar untuk kembali ke Giuseppe Meazza. Akan tetapi, sang pemain memilih jalur berbeda dan merapat ke Barcelona. Situasi ini membuat Inter kehilangan alternatif berpengalaman.
Pakar transfer Eropa, Fabrizio Romano, mengonfirmasi bahwa minat Bournemouth bukan sekadar rumor.
“Bournemouth benar-benar tertarik pada Luis Henrique. Mereka sudah memantau dalam beberapa pekan terakhir, tetapi Inter tidak bersedia membuka pembicaraan,” ujar Romano.
Di tengah posisi nyaman Inter di puncak klasemen Serie A, manajemen enggan mengambil risiko menjelang fase krusial musim, termasuk Liga Champions. Melepas Henrique tanpa pengganti dinilai berpotensi menjadi bumerang.
Rumor mengenai Ivan Perisic juga sempat mencuat, namun PSV Eindhoven disebut tak berminat melepas sang pemain di pertengahan musim.
Dengan waktu bursa yang terus menipis, Inter Milan memilih langkah konservatif: menahan aset yang ada, sekalipun performanya belum ideal. Bournemouth pun harus menelan kenyataan bahwa ambisi mereka kandas oleh krisis internal Nerazzurri.@fajar