VISI.NEWS – Setelah Partai Golkar merekomendasikan pasangan Hj. Kurnia Agustina Dadang M. Naser dan Drs. Usman Sayogi, M.Si sebagai pasangan Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Bandung, koalisi parpol bergerak lebih dinamis. Siapa lambat tidak akan selamat mengusung kadernya.
Pengemat Politik dari Universitas Al Azhar Dr. Ujang Komarudin mengungkapkan bahwa sekarang parpol-parpol terutama yang sudah mengusung Cabupnya bergerak lebih dinamis. “Karena kalau tidak bergerak cepat apalagi jaim, bisa kehilangan kesempatan mengusung calonnya,” ujarnya.
Lebih lanjut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini mengungkapkan bahwa Golkar dengan kekuatan power full sekarang ini bisa merangkul empat partai dengan 29 kursi. “Golkar sendiri punya 11 kursi, kemudian Gerindra 7 kursi, PKB dengan 6 kursi dan Nasdem dengan 5 kursi masih sangat mungkin dijadikan koalisi, jadi totalnya bisa menguasai 29 kursi dari 55 kursi yang ada di DPRD Kabupaten Bandung,” ungkapnya.
Ujang mengungkapkan, kesamaan platform kerja Golkar dengan Gerindra dalam politik lokal Kabupaten Bandung itu sudah terlihat sejak Pileg 2019 lalu dimana statemen-statemen Ketua DPC Partai Gerindra lebih banyak menunjukkan “posisioning” di bupati maupun Ketua DPRD Kabupaten Bandung yang notabene dari Golkar. “Apalagi di tingkat pusat, Golkar dan Gerindra itu satu irisan, jadi nampaknya tidak terlalu sulit proses komunikasinya,” ungkap Ujang.
Sementara dengan PKB yang dikomandani oleh H. Cucun Ahmad Syamsurizal, katanya, ditingkat lokal Kabupaten Bandung ada kesamaan kuat dari sama-sama nahdliyin. Keluarga H. Obar Sobarna itu penganut nahdliyin yang kuat terlihat dari kedekatannya dengan tokoh-tokoh ulama nahdliyin. “Pak Obar juga termasuk dekat dengan tokoh ulama kharismatis yang dihormati warga NU, Habib Lutfy Pekalongan,” imbuhnya seraya menyebutkan, bahwa hal ini akan memudahkan proses komunikasi politik.
Meski disadari belakangan ini ada pergerakan “politik” PKB yang terkesan kecewa karena kadernya Asep Syamsudin tidak terakomodir sebagai Cawabup mendampingi Hj. Kurnia. Namun Ujang melihat pergerakan itu hanya bentuk “warning” yang masih terkukur dan kalau Golkar mau menyelesaikannya masih bisa dilakukan. “Kecuali kalau nanti Golkar Kabupaten Bandung punya pertimbangan lain, namun saya melihat dengan kapasitas yang dimiliki Ketua Golkar Kabupaten Bandung sekarang masih dianggap mampu untuk menyelesaikan masalah tersebut,” katanya.
Sementara dengan Nasdem, Ketua Nasdem Kabupaten Bandung satu generasi dengan Bupati Bandung yang awalnya sama-sama dari Golkar yang mana akan memudahkan juga proses politik. Disamping itu, diam-diam Usman Sayogi juga menurut informasi yang didapatnya sudah melakukan pendekatan dengan Pimpinan Nasdem Kabupaten Bandung, yang mungkin difasilitasi oleh saudaranya Usman yang menjadi pengurus di DPC Nasdem Kab. Bandung.
“Friksi yang pernah terjadi antara Pak Obar dengan Pak Agus Yasmin sebagai ketua Nasdem Kabupaten Bandung akan mudah selesai karena mereka sama-sama politisi matang, mereka sangat faham bahwa sikap kaku dalam politik bisa merugikan partai itu sendiri,” katanya seraya menyebutkan selain kesamaan pandangan momen Pilkada ini bisa saja jadi ajang pragmatis yang tidak mengusung calonnya.
PKS dan PDIP
Dengan perkiraan sisa kursi sebanyak 21 kursi, Ujang memprediksi salah satu kandidat dari partai besar kalau tidak gesit bakal tersungkur. Para kandidat yang sudah mendapat rekomendasi pusat harus bisa berkompromi dengan kesepakatan awal koalisi parpol, dimana PKS dengan Demokrat (15 kursi) dan PDI Perjuangan dengan PAN (11 kursi)
“Dengan kalkulasi politik seperti itu, sisa kursi yang ada mengharuskan PKS berpasangan dengan Cawabup dari Partai Demokrat dan Ibu Yena nantinya tidak ada pilihan lain selain berpasangan dengan Pak Irman Wargadinata sesuai dengan kesepakatan awal. Ibu Yena tidak akan mungkin dengan Atep kecuali ia mau mengeluarkan cost yang tinggi untuk menyiapkan perahu bagi Atep, kalau tidak dan keukeuh tanpa strategi yang tepat dengan partai pengusungnya bisa tak selamat,” pungkasnya sambil tersenyum.@mpa/asa