Search
Close this search box.

Iran Tahan Puluhan Terduga Mata-Mata

Sebuah citra satelit menunjukkan pandangan lebih dekat dari gedung-gedung Kementerian Intelijen di Teheran, Iran, 3 Maret 2026, setelah serangan udara di tengah konflik AS-Israel dengan Iran./visi.news/source: Reuters.

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Pemerintah Iran menangkap puluhan orang yang diduga terlibat dalam aktivitas spionase di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel. Penangkapan tersebut termasuk seorang warga negara asing yang disebut memiliki keterkaitan dengan kedua negara tersebut, menurut laporan media pemerintah Iran pada Selasa (10/3).

Kementerian Intelijen Iran menyatakan bahwa orang asing tersebut dituduh melakukan kegiatan mata-mata untuk kepentingan musuh Iran. Dalam pernyataannya, kementerian menyebut individu tersebut bekerja untuk kepentingan Amerika Serikat dan Israel sekaligus menjadi perantara bagi dua negara Teluk yang menjadi sekutu Washington.

“Orang tersebut melakukan kegiatan spionase atas nama Amerika Serikat dan Israel serta bertindak sebagai perantara bagi dua negara Teluk,” demikian pernyataan Kementerian Intelijen Iran yang dikutip media pemerintah.

Penangkapan ini terjadi di tengah situasi konflik yang masih berlangsung antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Ketegangan meningkat setelah kedua negara tersebut melancarkan serangan udara terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Serangan itu dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta sejumlah komandan militer penting.

Sebagai respons terhadap serangan tersebut, Iran melancarkan serangan balasan ke sejumlah negara Teluk yang menjadi sekutu Amerika Serikat dan menjadi lokasi pangkalan militer AS di kawasan tersebut.

Dalam beberapa hari terakhir, Kementerian Intelijen Iran juga mengklaim telah menahan puluhan orang lain yang diduga terlibat dalam jaringan spionase.

“Sebanyak 30 mata-mata, tentara bayaran internal, dan agen operasional Israel serta Amerika Serikat telah ditangkap dalam beberapa hari terakhir,” kata kementerian tersebut.

Secara terpisah, Kepala Kepolisian Iran Ahmadreza Radan mengatakan aparat juga menahan puluhan orang lainnya yang diduga menyebarkan informasi sensitif ke pihak luar. Ia menyebut hingga kini setidaknya 81 orang telah ditahan karena diduga membagikan informasi internal Iran kepada media asing dan pihak yang dianggap sebagai musuh negara.

Baca Juga :  Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Senin 6 April 2026

“Sekitar 81 orang telah ditahan karena membagikan informasi internal Iran kepada media yang bermusuhan dan kepada para musuh,” ujar Radan dalam wawancara dengan televisi pemerintah.

Penangkapan warga asing dan individu berkewarganegaraan ganda bukan hal baru di Iran. Dalam beberapa tahun terakhir, Korps Garda Revolusi Iran telah menangkap puluhan orang asing dengan tuduhan spionase atau pelanggaran keamanan negara.

Namun, sejumlah kelompok hak asasi manusia menuduh pemerintah Iran menggunakan penangkapan tersebut sebagai alat tekanan diplomatik terhadap negara lain. Tuduhan itu dibantah oleh pemerintah Iran, yang menegaskan bahwa setiap penangkapan dilakukan murni berdasarkan alasan keamanan nasional. @kanaya

Baca Berita Menarik Lainnya :