VISI.NEWS | BANDUNG – Disituasi yang sulit ditengah pandemi Covid – 19 seperti yang terjadi saat ini, pemerintah pusat, provinsi, dan daerah terpaksa melakukan refocusing anggaran guna memaksimalkan upaya dalam melawan penyebaran virus corona dan melaksanakan percepatan vaksinasi nasional.
Meski demikian, Anggota DPRD Jawa Barat (Jabar) Irfan Haeroni mengatakan, langkah pemerintah dalam melakukan refocusing angggaran guna menamgatasi pandemi Covid – 19 dianggap sudah tepat, namun harus terdapat prioritas anggaran yang kemudian tidak harus terimbas refocusing seperti halnya bidang pertanian dan pangan.
“Alangkah baiknya refocusing itu dilakukan dengan selektif dan tetap memprioritaskan kebijakan anggaran yang kemudian harus tidak terkena refocusing, program kesejahteraan warga seperti pertanian dan pangan seharusnya tidak terkena refocusing,” katanya.
Pasalnya, menurut Irfan kepada VISI.NEWS Rabu (10/11/21) mengungkapkan, sesungguhnya sektor pertanian dan pangan tersebut dinilai tidak terlalu terdampak virus corona, misal, penerimaan pasokan bibit benih oleh petani yang hanya 1/3 dari sebelum adanya refocusing, menyebakan banyaknya keluhan.
“Banyak sekali petani yang mengeluhkan pasokan bibit yang dianggap tidak mencukupi, sehingga para petani mengharapkan agar pemerintah tetap memprioritaskan pertanian dan pangan berjalan normal,” ungkapnya.
Berbekal aspirasi tersebut maka berkaitan kesejahteraan perekonomian yang langsung berhubungan dengan masyarakat, melalui Komisi II DPRD Jabar, politisi Golkar ini bertekad akan selalu memperjuangkan aspirasi sehingga terciptanya kebijakan pemerintah khususnya Pemprov Jabar bisa mendorong pemulihan ekonomi khususnya bidang pertanian dan pangan.
“Sesuai tugas dan fungsi legislator yaitu legislasi, anggaran dan pengawasan, maka Komisi II DPRD Jabar akan fokus utuk pemulihan ekonomi di Jabar khusus dalam pembahasan anggaran tahun 2022, sehingga sektor pertanian dan pangan bisa berjalan normal,” pungkasnya.@eko