Isak Tangis Iringi Kepulangan Puluhan Santri dari Karantina Covid-19 di Tasikmalaya

Para penjemput dan pengantar santri yang menjalani karantina Covid-19 dan dinyatakan negatif, diperbolehkan pulang./visi.news/ayi kuraesin.
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Isak tangis penuh keharuan pecah ketika sebanyak 57 santri yang menjalani karantina Covid-19 dinyatakan negatif dan diperbolehkan pulang.

Para santri tersebut dikarantina di Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Universitas Negeri Siliwangi (UNS) Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Setelah dinyatakan negatif, mereka diperbolehkan pulang.

Kepulangan mereka ada yang dijemput pihak pesantren ada juga yang langsung dijemput keluarganya untuk kemudian pulang ke rumahnya masing – masing.

“Kepulangan puluhan santri dari tempat karantina tersebut setelah kondisinya dinyatakan sembuh atau negatif Covid-19 berdasarkan hasil tes swab kedua,” kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr. Titie kepada wartawan usai menghadiri prosesi kepulangan para santri, Selasa (13/10).

Menurut dr. Titie, jumlah santri yang sudah diperbolehkan pulang sebanyak 57 orang karena dari hasil tes swab kedua, semuanya negatif atau sudah tidak ada sisa virus di dalam tubuh mereka.

Mereka dijemput langsung oleh pihak pesantren maupun keluarga dari lokasi karantina. Untuk yang dijemput pondok pesantren sebanyak 26 orang dan yang dijemput pihak keluarga sebanyak 31 orang.

“Sehingga santri yang masih menjalani isolasi atau karantina kurang dari 20 orang. Itu pun alhamdulillah semua santri kondisinya pada sehat,” tuturnya.

Dikatakan Titie, dukungan semua pihak termasuk dari pihak pesantren dan kepolisian wilayah Kecamatan Tamansari sangat membantu dalam proses penyembuhan para pasien selama dilakukan karantina.

“Saya sangat mengapresiasi pihak pesantren, alumni, dan keluarga atas supporting yang diberikan termasuk dari petugas kepolisian sehingga mempercepat penyembuhan pasien,” ujarnya.

Dijelaskan dia, mereka yang pulang hari ini sudah bisa beraktivitas dan bergaul dengan yang lainnya. Namun, pihaknya tetap mengingatkan pasien yang sudah sembuh agar tetap menjaga kesehatan dengan harus memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tanga. Karena tidak menutup kemungkinan mereka masih bisa tertular meski saat ini kondisinya negatif Covid-19.

“Kekebalan terhadap virus ini tidak seumur hidup. Mereka yang telah dinyatakan negatif bisa tertular kembali dari yang positif kalau tidak mentaati protokol kesehatan,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya berpesan kepada semua santri yang telah sembuh agar selalu menjalankan protokol kesehatan dengan memakai masker dalam setiap aktivitas di luar rumah, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, dan menjaga jarak. @arn

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Teh Nia Sampaikan Hasil Karya Nyata Bupati Bandung.

Sel Okt 13 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Calon Bupati (Cabup) Bandung Hj. Kurnia Agustina Naser dihadapan masyarakat Cimuncang RW 13, Kelurahan Manggahang, Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menyampaikan hasil karya nyata pembangunan hasil karya nyata Bupati Bandung H. Dadang M. Naser. Dalam acara silaturahmi tersebut, Hj. Kurnia Agustina di hadapan masyarakat menyampaikan berbagai […]