Islah Bahrawi: Kami Bukan Keluarga Polisi, Tapi Kami Bela Independensi Polri

Editor Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI) Islah Bahrawi. /visi.news/twitter
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | JAKARTA – Islah Bahrawi, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Madura dan Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI), mengungkapkan alasan dirinya dan beberapa kawan-kawannya membela independensi Polri. Melalui akun Twitternya, @islah_bahrawi, dia menulis bahwa mereka bukan keluarga polisi, tapi sejak dulu aktif melawan pihak-pihak yang ingin mendegradasi wewenang penuh Polri sesuai mandat Reformasi.

“Kami bukan keluarga polisi, tapi sejak dulu kami membela independensi Polri. Saya dan beberapa kawan selalu aktif melawan pihak tertentu yang ingin mendegradasi wewenang penuh Polri — sesuai mandat Reformasi — dalam menjaga stabilitas keamanan di ruang-ruang masyarakat sipil,” tulis Islah Bahrawi pada Rabu (7/2/2024).

Islah Bahrawi menjelaskan bahwa tujuan mereka adalah menjaga supremasi sipil di negara demokrasi seperti Indonesia. Menurutnya, kepolisian adalah komponen utama bagi tegaknya supremasi sipil, sehingga independensi dan penguatan institusi kepolisian adalah kunci dari tujuan tersebut.

“Lalu apa sebenarnya tujuan kami? Karena kepolisian adalah komponen utama bagi tegaknya Supremasi Sipil dalam suatu negara demokrasi. Sebagai warga sipil, kami tentu saja punya kepentingan untuk menjaga supremasi sipil di negara ini dan salah satu kunci dari tujuan itu adalah: ‘independensi dan penguatan institusi kepolisian’,” lanjutnya.

Islah Bahrawi juga menyayangkan masih adanya oknum polisi yang seolah ingin membocorkan lambung kapal institusinya sendiri dengan sikap-sikap yang lebih memikirkan kepentingan pribadi dan membuat Polri berkesan tidak independen. Dia mempertanyakan rasa malu oknum-oknum polisi tersebut kepada mereka yang bukan polisi tapi justeru lebih bersemangat untuk menguatkan Polri.

“Sayangnya masih ada saja oknum polisi yang seolah ingin membocorkan lambung kapal institusinya sendiri dengan sikap-sikap yang lebih memikirkan kepentingan pribadi dan membuat Polri berkesan tidak independen. Masak sih oknum-oknum polisi itu tidak punya rasa malu kepada kami yang bukan polisi tapi justeru lebih bersemangat untuk menguatkan Polri? Tolong deh mikir!” sindirnya.

Baca Juga :  IWPG, Seruan untuk “Pelembagaan Perdamaian: Realisasi Kehendak Bersama untuk Perdamaian”

Islah Bahrawi merupakan tokoh NU yang sering mengkritik gerakan-gerakan yang dianggap radikal, intoleran, dan teroris atas nama agama. Dia juga pernah terlibat kasus hukum karena menuduh santri di Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan sebagai pengkhianat bangsa. Namun, dia kemudian meminta maaf secara resmi atas tuduhan tersebut.

@mpa

 

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

10 Ulama Rujukan yang Punya Kedalaman Ilmu Al Quran dan Hadist

Kam Feb 8 , 2024
Silahkan bagikanVISI.NEWS | BANDUNG – Islam adalah agama yang menghargai ilmu pengetahuan dan mengajak umatnya untuk menuntut ilmu sepanjang hayat. Al-Quran dan hadist adalah sumber utama ilmu dalam Islam, yang memuat ajaran-ajaran tentang akidah, ibadah, akhlak, hukum, sejarah, dan berbagai aspek kehidupan. Namun, memahami Al-Quran dan hadist bukanlah perkara mudah, […]