Search
Close this search box.

ISNU Jabar Dorong Penguatan Moderasi Beragama dan Peran Intelektual NU di Hari Santri 2025

PW ISNU Jawa Barat melalui Bidang Pemberdayaan Perempuan bekerja sama dengan Program Magister Studi Agama-Agama (SAA) Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung menggelar Kuliah Umum Nasional di Aula Pascasarjana pada Rabu (29/10/2025)./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025, Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Jawa Barat melalui Bidang Pemberdayaan Perempuan bekerja sama dengan Program Magister Studi Agama-Agama (SAA) Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung menggelar Kuliah Umum Nasional bertema ‘Moderasi Beragama dan Pemberdayaan Perempuan: Meneguhkan Peran Santri dalam Menjaga Indonesia yang Inklusif dan Berkeadilan’

Kegiatan yang digelar secara hybrid di Aula Pascasarjana dan melalui Zoom Meeting itu diikuti oleh ratusan peserta dari kalangan akademisi, santri, dosen, serta aktivis perempuan NU se-Jawa Barat. Kolaborasi antara kampus dan organisasi intelektual ini menjadi bukti nyata sinergi dunia akademik dengan gerakan sosial keagamaan dalam mengembangkan wacana Islam rahmatan lil ‘alamin di ruang publik.

Untuk diketahui bersama, di era modern, peran santri tidak hanya terbatas pada pendalaman ilmu agama. Banyak santri yang juga unggul dalam bidang sains, teknologi, sosial, dan budaya.

Wakil Direktur I Pascasarjana UIN SGD Bandung, Ajid Thohir, dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif mengenai kesetaraan dan keseimbangan gender dalam Islam.

WhatsApp Image 2025 11 01 at 12.51.55 2
PW ISNU Jawa Barat melalui Bidang Pemberdayaan Perempuan bekerja sama dengan Program Magister Studi Agama-Agama (SAA) Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung menggelar Kuliah Umum Nasional di Aula Pascasarjana pada Rabu (29/10/2025)./visi.news/ist.

“betapa pentingnya membangun kesadaran kolektif, tentang kesetaraan dan keseimbangan gender dalam Islam,” ujar, Wakil Direktur I Pascasarjana tersebut dikutip dari rilis yang diterima visi.news, Sabtu (1/11/2025).

Ia mengapresiasi langkah PW ISNU (Pimpinan Wilayah) (Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama) Jawa Barat yang secara konsisten mempromosikan nilai-nilai moderasi dan keilmuan di tengah masyarakat.

Sementara itu, Ketua PW ISNU Jawa Barat, Ulfiah, menegaskan bahwa ISNU berkomitmen menjadi mitra strategis perguruan tinggi dalam meneguhkan Islam yang menyejukkan, berkeadilan, dan berpihak pada kemanusiaan.

Baca Juga :  Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 7 Mei 2026

“ISNU hadir sebagai mitra strategis perguruan tinggi untuk meneguhkan Islam yang menyejukkan, berkeadilan, dan berpihak pada kemanusiaan,” ungkapnya.

“Dan ISNU memiliki visi menjadi organisasi intelektual yang kuat, bermartabat, dan profesional untuk mewujudkan masyarakat yang berdaya, sejahtera, dan berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama‘ah. Dalam konteks itu, ISNU memegang tanggung jawab moral untuk terus meneguhkan empat prinsip moderasi beragama tawassuth (jalan tengah), tasamuh (toleransi), tawazun (keseimbangan), dan i‘tidal (keadilan),” imbuhnya.

Dalam sesi kuliah umum, Ulfiah juga menegaskan bahwa moderasi beragama bukan sekadar wacana, melainkan jalan hidup umat Islam Indonesia. Melalui pendidikan, riset, dan kerja sosial, ISNU terus berupaya menanamkan nilai-nilai Aswaja agar harmoni sosial tetap terjaga.

“Moderasi beragama bukanlah sekadar wacana, tapi merupakan jalan hidup umat Islam Indonesia. Melalui pendidikan, riset, dan kerja sosial, kami (ISNU JAWA BARAT) terus berupaya menanamkan penguatan nilai-nilai Aswaja di tengah masyarakat agar harmoni sosial tetap terjaga,” ujarnya.

Adapun narasumber selain Ulfiah, di acara kuliah umum yang menghadirkan dua narasumber lain, yakni: Miftahul Huda, (Initiative of Change Indonesia) dan Nyai Hindun Annisah, Anggota DPR RI Komisi IV. Ketiga narasumber ini menyoroti pentingnya penguatan peran santri dan perempuan didalam mewujudkan masyarakat yang adil, setara, dan moderat.

WhatsApp Image 2025 11 01 at 12.51.55 1
PW ISNU Jawa Barat melalui Bidang Pemberdayaan Perempuan bekerja sama dengan Program Magister Studi Agama-Agama (SAA) Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung menggelar Kuliah Umum Nasional di Aula Pascasarjana pada Rabu (29/10/2025)./visi.news/ist.

Moderator kegiatan kuliah umum, Neng Hannah, yang juga sekaligus pengurus PW ISNU Jawa Barat dan sebagai dosen aktif di UIN SGD Bandung, ia memandu jalannya diskusi yang berlangsung interaktif dan inspiratif.

Baca Juga :  Lonjakan Laba BRPT Perkuat Sinyal Positif Sektor Energi

Dalam sesi tanya jawab, muncul berbagai pandangan dari peserta tentang bagaimana strategi menghadirkan moderasi di ruang pendidikan, politik, dan keluarga.

Kegiatan ini sekaligus menandai dan menegaskan atas peran strategis PW ISNU Jawa Barat sebagai jembatan antara para intelektual di kampus dengan masyarakat.

Sebagian besar pengurus Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Barat juga merupakan akademisi di UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang aktif mengembangkan kajian keislaman, sosial, dan gender.

Dan melalui kegiatan ini, PW ISNU Jawa Barat menunjukkan komitmennya untuk senantiasa mengoptimalkan potensi para sarjana NU, dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta berperan aktif dalam pembangunan sosial dan keagamaan di Indonesia.

“Integrasi antara kampus dan organisasi keulamaan adalah keniscayaan. Dari ruang akademik hingga ruang sosial, nilai rahmatan lil ‘alamin harus terus hidup dan menginspirasi,” tutup, Sekretaris Prodi. S2 SAA, UIN SGD Bandung, Neng Hannah, di Aula Utara Pascasarjana lantai 4. @desi

Baca Berita Menarik Lainnya :