Search
Close this search box.

Israel Serang Pusat Kekuasaan Teheran, Iran Klaim 560 Tentara AS Jadi Korban Balasan

Jet Tempur Israel/visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Eskalasi perang terbuka antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran memasuki babak baru setelah Israel mengumumkan serangan langsung ke jantung kekuasaan Iran di Teheran. Targetnya bukan lagi fasilitas militer pinggiran, melainkan kantor kepresidenan dan gedung Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Militer Israel menyatakan bahwa serangan udara dilakukan sebagai bagian dari kampanye berkelanjutan terhadap Republik Islam Iran. Dalam pernyataan resminya yang dikutip AFP, Selasa (3/3/2026), pihak militer menyebut operasi itu menyasar kompleks kepemimpinan rezim.

“Angkatan Udara Israel… menyerang dan menghancurkan fasilitas di dalam kompleks kepemimpinan rezim Iran di jantung Teheran semalam,” demikian pernyataan militer Israel.

Mereka menambahkan, “Selama serangan terhadap kompleks tersebut, sejumlah amunisi dijatuhkan ke kantor kepresidenan dan gedung Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.”

Serangan tersebut menandai peningkatan signifikan dalam konflik, karena menyentuh simbol utama pemerintahan Iran. Hingga kini belum ada rincian resmi dari otoritas Teheran mengenai tingkat kerusakan atau korban di lokasi tersebut.

Di sisi lain, Iran menyatakan telah melancarkan serangan balasan besar-besaran terhadap kepentingan Amerika Serikat di kawasan Teluk. Juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya Angkatan Bersenjata Iran, Kolonel Ebrahim Zolfaghari, menyebut operasi itu sebagai “Operasi Janji Sejati 4”, yang menurutnya merupakan respons atas serangan gabungan AS-Israel serta pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah Iran, Press TV, Selasa (3/3/2026), Zolfaghari mengklaim pasukan Iran menargetkan kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, dengan empat rudal jelajah. Ia menyebut serangan itu memaksa kapal induk tersebut “kabur” ke perairan tenggara Samudra Hindia.

Selain itu, Iran mengklaim telah menghantam pangkalan AS Ali al-Salem di Kuwait hingga tidak dapat beroperasi, serta menyerang fasilitas angkatan laut AS di Bahrain, termasuk pangkalan di pelabuhan Salman. Empat drone tempur dan dua rudal balistik disebut diluncurkan ke target di Bahrain, menyebabkan kerusakan pada bagian komando dan pendukungnya.

Baca Juga :  3 Keunggulan Program Siaga Mudik Volkswagen ID. Buzz untuk Perjalanan Lebaran

Zolfaghari juga menyatakan bahwa jet-jet tempur Iran membombardir pangkalan-pangkalan AS di negara-negara Teluk dan wilayah Kurdistan Irak.

“Setidaknya 560 tentara Amerika telah tewas dan terluka dalam serangan balasan Iran sejauh ini,” ujarnya.

Namun, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Hingga saat ini, pemerintah Amerika Serikat baru mengonfirmasi sedikitnya empat tentaranya tewas akibat serangan Iran.

Konflik yang kian meluas ini memicu kekhawatiran akan perang regional berskala besar, mengingat serangan kini menargetkan pusat pemerintahan dan instalasi militer strategis di berbagai negara. Dengan kedua pihak saling mengumumkan operasi militer dan klaim kerugian, situasi di kawasan Timur Tengah berada dalam ketegangan tinggi, sementara dunia menanti apakah jalur diplomasi masih memiliki ruang di tengah dentuman rudal dan serangan udara. @kanaya

Baca Berita Menarik Lainnya :