Search
Close this search box.

Isu Keberlanjutan Jadi Sorotan Utama di Jabar Media Summit 2025

Bagikan :

VISI.NEWS | KOTA BANDUNG – Isu keberlanjutan dalam industri media menjadi fokus utama dalam gelaran Jabar Media Summit 2025 yang berlangsung di Pasteur Conventions Center, Holiday Inn Hotel, Bandung, Kamis (11/9/2025).

Forum ini berhasil menghimpun ratusan peserta dari berbagai elemen, termasuk insan media se-Jawa Barat, akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha.

Diselenggarakan oleh AyoBandung.id , Suara.com, dan Radar Cirebon, kegiatan tahunan ini tahun ini mengusung tema ‘Pendalaman Model Bisnis dan Konten Berdampak’. Empat isu strategis menjadi pokok bahasan utama, yakni: Masa Depan Media Lokal di Era Digital, Pemanfaatan AI untuk Mendukung Kerja Media Lokal, Membangun Konten Berdampak untuk Publik, serta Kolaborasi Media dengan Stakeholder.

Sejumlah narasumber berpengalaman turut hadir untuk membagikan wawasan dan pengalaman mereka, di antaranya Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Dewan Pers, Muhammad Jazuli, Suwarjono (CEO Suara), Eva Danayanti (Internatioanl Media Support), Wahyu Dhayatmika (CEO Tempo), Subagja Humara (Harapan Rakyat).

CEO Tempo, Wahyu Dhyatmika, dalam paparannya menekankan bahwa media tidak hanya berbicara soal bisnis semata, tetapi juga memiliki peran vital dalam menjaga demokrasi. Ia mengungkapkan, pendapatan dari langganan Tempo hanya mampu menutup sekitar 15 persen dari total biaya produksi.

WhatsApp Image 2025 09 12 at 10.14.29 jpeg
Sejumlah narasumber di acara Jabar Media Summit 2025./visi.news./Ihda Da’watul Aba.

“Artinya, dengan hanya mengandalkan adsense atau pageview, tidak akan cukup untuk membiayai kerja redaksi,” jelasnya.

Dari sisi regulasi, Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Dewan Pers, Muhammad Jazuli, menyoroti ketimpangan aturan antara media arus utama dan media sosial. “Media arus utama, apapun platformnya, terikat aturan jelas. Sementara media sosial, baik dari segi konten maupun bisnis, belum memiliki regulasi yang memadai,” ungkapnya.

Baca Juga :  Muliaman D. Hadad Terima Lifetime Achievement Award

Ia pun mendorong pemerintah untuk lebih berpihak kepada media arus utama yang menjadi salah satu pilar demokrasi.

“Agar media bisa bertahan, pemerintah perlu menyusun kebijakan yang memberikan insentif dan keringanan bagi media yang menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional,” tegasnya

Melalui forum ini, Jabar Media Summit 2025 diharapkan mampu menjadi ruang diskusi yang produktif dan menghasilkan rekomendasi konkret dalam menghadapi tantangan media lokal di era digital, sekaligus mendorong kolaborasi strategis lintas sektor untuk menciptakan ekosistem media yang berkelanjutan dan berdampak. @ihda

Baca Berita Menarik Lainnya :