VISI.NEWS | SINGAPURA –International Union for Conservation of Nature (IUCN) dan APRIL Group, anggota dari kelompok perusahaan RGE, hari ini mengumumkan kerja sama strategis selama lima tahun yang bertujuan memperkuat ilmu konservasi serta menerapkan solusi berbasis bukti ilmiah untuk meningkatkan hasil keanekaragaman hayati di Indonesia dan di seluruh dunia.
Kolaborasi ini memadukan keahlian ilmiah global milik IUCN dengan jangkauan operasional APRIL di Indonesia, untuk menghasilkan ilmu konservasi yang kokoh, memperluas penerapan alat konservasi di kawasan konservasi dan restorasi APRIL, serta membangun kapasitas yang mendukung tujuan keanekaragaman hayati nasional dan internasional.
Salah satu fokus utama kolaborasi ini adalah perluasan Red List of Ecosystems (RLE) milik IUCN, yang merupakan salah satu indikator kesehatan ekosistem paling penting di dunia dalam kerangka Global Biodiversity Framework. Upaya ini akan berkontribusi pada Penilaian Global RLE Lahan Gambut, yang bertujuan menyediakan bukti ilmiah yang lebih kuat untuk memandu konservasi ekosistem penting ini—sekaligus berperan sebagai penyerap karbon global yang signifikan.
Kolaborasi ini juga akan menjadi proyek percontohan pendekatan IUCN RHINO (Rapid, High-Integrity Nature-positive Outcomes) di dalam operasi APRIL, termasuk pada program konservasi dan restorasi hutan Restorasi Ekosistem Riau (RER) seluas 150.693 hektare yang berlokasi di Semenanjung Kampar, Sumatra.
Selain itu, kolaborasi ini akan menilai dan memberikan panduan strategis untuk lebih meningkatkan program konservasi dan restorasi keanekaragaman hayati APRIL, sekaligus menghasilkan pembelajaran praktis bagi sektor kehutanan dan tata guna lahan yang lebih luas mengenai cara mengukur, meningkatkan, dan membagikan kemajuan hasil konservasi keanekaragaman hayati.
“Dunia kehabisan waktu untuk membalikkan kehilangan keanekaragaman hayati, dan sains harus menjadi pedoman di setiap langkah yang kita ambil,” ujar Dr. Grethel Aguilar, Direktur Jenderal IUCN.
“Kolaborasi dengan APRIL ini memungkinkan kami memperluas Red List of Ecosystems dan menguji pendekatan baru seperti IUCN RHINO dalam skenario nyata. Dengan menggabungkan ilmu pengetahuan IUCN dan jangkauan operasional APRIL di Indonesia, kami dapat mengubah data menjadi tindakan nyata dan menciptakan model berkelanjutan tentang bagaimana dunia usaha dan konservasi dapat bekerja bersama untuk mencapai target keanekaragaman hayati global.”
Kolaborasi ini juga menjadi kesempatan unik bagi IUCN untuk memperkuat kerja sama dengan para anggotanya di Indonesia serta para pelaku konservasi nasional, guna mendorong aksi nyata berskala besar di lapangan. Sebagai bagian dari kolaborasi, IUCN akan memperdalam keterlibatan dengan berbagai pemangku kepentingan di Indonesia, berkontribusi pada kemajuan upaya nasional dalam konservasi dan restorasi keanekaragaman hayati, dengan mengintegrasikan perspektif komunitas serta para ahli dalam negeri.
Anderson Tanoto, Managing Director RGE dan anggota Komite Eksekutif APRIL, menyatakan, “Bagi kami, konservasi berarti tindakan nyata. Dunia usaha saat ini dituntut untuk melampaui janji dan menghadirkan hasil yang kredibel, praktis, dan terukur di lapangan. Kolaborasi kami dengan IUCN memperkuat pendekatan ilmiah APRIL terhadap pengelolaan lanskap dan mempercepat pencapaian komitmen APRIL2030. Dengan menggabungkan ilmu global dan aksi lokal, kemitraan ini memperkuat program konservasi dan restorasi kami serta melibatkan jaringan ahli dan pemangku kepentingan yang lebih luas untuk mencapai hasil keanekaragaman hayati yang bermakna.”
Kerja sama antara IUCN dan APRIL ini mendukung implementasi Global Biodiversity Framework, sekaligus menunjukkan bagaimana keterlibatan sektor swasta dapat selaras dengan prioritas konservasi internasional.
Dengan mendorong ketahanan ekosistem, memperkuat keterlibatan masyarakat, serta memajukan ilmu keanekaragaman hayati, kemitraan ini menjadi langkah nyata dalam mendukung pencapaian target keanekaragaman hayati global.
@uli