Search
Close this search box.

Jadi Gerindra, Bupati Tulungagung Kena OTT! Jejak Politik Gatut Sunu Jadi Sorotan

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS | JAKARTA – Kasus operasi tangkap tangan kembali mengguncang dunia politik daerah. Gatut Sunu Wibowo, Bupati Tulungagung periode 2024–2029, diamankan dalam operasi senyap yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat malam, 10 April 2026. Penangkapan ini menjadikannya sebagai kepala daerah ketiga di Jawa Timur yang terjerat OTT lembaga antirasuah tersebut.

Kabar penangkapan ini langsung menyita perhatian publik. Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan adanya operasi tangkap tangan di wilayah Tulungagung. Meski tidak merinci seluruh pihak yang diamankan, ia memastikan bahwa Gatut Sunu termasuk di dalamnya.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa total ada 16 orang yang diamankan dalam operasi tersebut. “Salah satunya adalah Bupati Tulungagung,” ujarnya di Jakarta. Namun hingga kini, identitas 15 orang lainnya masih belum diungkap ke publik.

Sesuai prosedur hukum, KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan, apakah akan ditetapkan sebagai tersangka atau tidak. Publik pun kini menunggu perkembangan lanjutan dari kasus yang kembali menambah daftar panjang kepala daerah tersandung korupsi.

Nama Gatut Sunu Wibowo sendiri bukan sosok baru di dunia politik Tulungagung. Lahir di Tulungagung pada 17 Desember 1967, ia memiliki perjalanan politik yang cukup panjang dan dinamis. Kariernya mulai mencuat saat bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yang mengantarkannya menduduki kursi Wakil Bupati Tulungagung.

Ia kemudian menjabat sebagai Wakil Bupati mendampingi Maryoto Birowo pada periode 2021 hingga 2023. Posisi tersebut menjadi batu loncatan penting dalam karier politiknya di tingkat daerah.

Namun, langkah politiknya berubah arah menjelang Pilkada 2024. Gatut memutuskan hengkang dari PDIP dan bergabung dengan Partai Gerindra. Keputusan tersebut terbukti strategis, karena ia berhasil memenangkan kontestasi Pilkada dan dilantik sebagai Bupati Tulungagung untuk periode berikutnya.

Baca Juga :  Jelang Laga Krusial, Hodak Ingatkan Ancaman Bali United

Di luar dunia politik, Gatut dikenal sebagai pengusaha sukses di bidang toko bangunan. Jaringan bisnisnya tersebar di wilayah Tulungagung dan Trenggalek. Ia juga tercatat sebagai lulusan Sarjana Ekonomi dari Universitas Merdeka Malang.

Namun kini, perjalanan kariernya harus menghadapi ujian besar. OTT KPK yang menjeratnya membuka babak baru dalam perjalanan politiknya, sekaligus menjadi perhatian serius masyarakat terhadap integritas pejabat publik.

Kasus ini juga menambah daftar kepala daerah yang tersandung operasi tangkap tangan dalam beberapa waktu terakhir, termasuk Wali Kota Madiun Maidi, Bupati Pati Sudewo, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, hingga Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachma.

Publik kini menanti langkah tegas KPK dalam mengusut kasus ini secara transparan. Di tengah upaya pemberantasan korupsi yang terus digencarkan, peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa praktik korupsi masih menjadi tantangan serius di tingkat pemerintahan daerah.

@uli

Baca Berita Menarik Lainnya :