Search
Close this search box.

Jadi Korban Aksi Demo UU Pilkada, Operasi Mata Andi Andriana Telan Biaya Rp 40 Juta

Kondisi di Gedung DPRD Jawa Barat, Jln. Diponegoro, Kota Bandung (22/08/2024), terlihat kembali kondusif pasca aksi massa yang berlangsung untuk mengawal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 60/PUU-XXII/2024./infojawabarat/tangkap layar

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Dalam aksi unjuk rasa menolak revisi RUU Pilkada di Gedung DPRD Jawa Barat pada Kamis malam, 22 Agustus 2024, seorang mantan mahasiswa Universitas Bale Bandung (Unibba) menjadi korban lemparan batu. Korban yang bernama Andi Andriana terpaksa dirawat di Rumah Sakit Mata Cicendo, Kota Bandung, dan memerlukan biaya operasi mata sebesar Rp 40 juta.

Dr. Mumun Mulyana, salah seorang dosen Unibba, mengungkapkan kepada VISI.NEWS pada Jumat petang, “Teman-teman dosen mengunjungi RS Cicendo dan biaya untuk operasi mata Andi mencapai Rp 40 juta. Namun, biaya tersebut sudah terpenuhi berkat sumbangan dari para donatur.” Dr. Mumun menambahkan bahwa meskipun Andi telah lulus dari Unibba tiga tahun lalu, ia tetap merasa terhubung dengan almamaternya, yang membuat dosen-dosen merasa perlu untuk menjenguk.

Menurut keterangan dari Presiden BEM Unibba, Fauzi Septian, kericuhan di depan Gedung DPRD terjadi mulai pukul 15.00 WIB hingga menjelang malam. Korban dan sejumlah mahasiswa Unibba lainnya dievakuasi ke Gedung Sate Jabar. Fauzi menjelaskan bahwa Andi dan beberapa temannya terpisah saat mencoba membantu mahasiswa lain yang juga menjadi korban. Salah seorang teman Andi dilaporkan ditarik oleh massa untuk menjadi border.

Fauzi menjelaskan lebih lanjut, “Teman yang hilang tersebut ternyata ditarik oleh massa untuk menjadi border. Sementara itu, massa melemparkan batu atau botol ke arah polisi, dan salah satu lemparan tersebut mengenai Andi di bagian mata kiri.” Saat itu, Andi sedang membetulkan tali sepatu dan terkena lemparan saat hendak berdiri.

Setelah terkena lemparan, Andi mengalami pendarahan dan segera dilarikan ke rumah sakit. “Dia dievakuasi oleh tim medis ke RSHS pada pukul setengah tujuh malam dan kemudian dirujuk ke RS Cicendo untuk mendapatkan perawatan intensif dan operasi,” kata Fauzi.

Baca Juga :  Kemenag Lampung Timur Tekankan Akurasi Data EMIS Pesantren

Hasil CT Scan dan Rontgen menunjukkan bahwa kondisi Andi baik, tetapi ia terancam kehilangan penglihatan di mata kiri akibat cedera tersebut. “Hasil operasi akan menentukan apakah bola mata Andi harus dijahit atau diangkat, dan ada kemungkinan Andi akan kehilangan penglihatan permanen,” tambah Fauzi.

Fauzi juga membantah berita hoaks yang beredar bahwa Andi telah meninggal dunia. “Banyak berita yang salah menyebutkan bahwa Andi adalah mahasiswa Unisba dan telah meninggal. Informasi tersebut tidak benar. Andi adalah mahasiswa Unibba dan saat ini sedang dirawat di RS Cicendo,” tegasnya.

Pihak kampus mengecam tindakan represif aparat kepolisian selama demonstrasi dan berharap agar situasi serupa tidak terulang di masa depan.

@uli

Baca Berita Menarik Lainnya :