Jadi Tersangka Korupsi Raskin, Mantan Kades dan Rekanan Ditahan Kejari

Kejari Garut melakukan penahanan terhadap mantan Kepala Desa Mekarsari, Kecamatan Cibalong dan seorang rekanan dalam kasus dugaan korupsi beras untuk keluarga miskin (raskin)./visi.news/zaahwan aries
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut, Jumat (10/7) melakukan penahanan terhadap seorang mantan kepala desa karena menjadi tersangka korupsi beras untuk keluarga miskin (raskin). Selain mantan kepala desa, turut ditahan pula tersangka lainnya dalam kasus yang sama yakni seorang dari pihak rekanan.

Kepala Kejari Garut, Sugeng Hariadi menyebutkan keduanya diduga telah melakukan penggelapan raskin untuk warga. Tak tanggung-tanggung, perbuatan itu dilakukan selama tiga tahun berturut-turut.

Dikatakannya, tersangka sebelumnya menjabat sebagai Kepala Desa Mekarsari, Kecamatan Cibalong, dengan inisial DS. Sedangkan dari pihak swasta yang juga ikut ditetapkan sebagai tersangka dan juga dilakukan penahanan adalah AS yang bertindak sebagai rekanan.

Modus yang dilakukan, tutur Sugeng, beras yang harusnya dibagikan ke masyarakat miskin yang ada di desanya, ternyata oleh oknum kades saat itu malah tak dibagikan. Beras tersebut malah dijual ke pihak lain, dalam hal ini rekanan.

“Tersangka yang saat itu merupakan Kepala Desa Mekarsari, Kecamatan Cibalong, bukannya membagikan beras subsidi kepada warga miskin yang ada di daerahnya. Beras itu malah ia jual ke rekanan yang hari ini juga kita lakukan penahanan,” ujar Sugeng, Jumat (10/7).

Diungkapkannya, akibat dari perbuatannya itu, timbul kerugian sekitar Rp 1,7 miliar. Diduga kuat, hasil penjualan beras itu digunakan tersangka untuk kepentingan pribadi.

Kasipidsus Kejari Garut, Deny Marincka Pratama, menambahkan Raskin yang digelapkan tersangka yakni untuk pendistribusian 2014, 2015, dan 2016. Raskin yang seharusnya dijual dengan harga subsidi kepada warga miskin itu, malah dijualnya kepada pihak rekanan dengan harga pasaran sehingga ia memperoleh banyak keuntungan.

Deny mengungkapkan, kepada masyarakat, DS beralasan seolah beras tak turun dari pihak Bulog sehingga tak bisa dibagikan ke masyarakat. Padahal dari pihak Bulognya sendiri, beras tersebut tiap bulannya turun dari Bulog.

“Akibat dari perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 2 dan 3 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman empat tahun penjara,” kata Deny.

Pihak penyidik sendiri menurut Deny saat ini masih melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Lebih jauh disampaikan Deny, sebelumnya kasus ini ditangani oleh penyidik dari kepolisian dan hari ini dilimpahkan ke Kejari. Dengan berbgai pertimbangan, pihak Kejari memutuskan untuk melakukan penahanan terhadap kedua tersangka dan untuk sementara dititipkan di rumah tahanan (Rutan) Kelas IIB Garut.@zhr

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki Resmikan Pelatihan Kapasitas SDM bagi KUMKM di Kota Tasikmalaya

Jum Jul 10 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki, membuka pelatihan terpadu peningkatan kualitas SDM Koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah (KUMKM). Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan di Hotel Horison, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (10/7). Hadir dalam pembukaan acara tersebut Wakil Gubernur Jawa Barat, UU Ruzhanul Ulum, […]