Jadikan Rumah Sebagai Sekolah Kedua

Editor Sekretaris MUI Jatim Akh Muzakki mengajak umat menjadikan rumah sebagai sekolah kedua./via mui.or.id/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | JAKARTA – Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim Akh Muzakki mengutip perkataan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy yang menyebutkan bahwa sekolah adalah rumah kedua bagi anak, maka penting juga menjadikan rumah sebagai sekolah kedua baginya.

Dosen Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya tersebut kemudian mengemukakan peran penting seorang ibu bagi pendidikan anak menurut Syekh Musthafa al-Ghalayain.

“Ibu adalah figur dan sosok perempuan di keluarga. Ia juga merupakan madrasah yang pertama dan utama. Jika calon seorang ibu telah engkau siapkan dengan baik, maka berarti engkau menyiapkan generasi masa depan yang baik.” ujarnya saat memberi sambutan pada webinar klinik pendidikan ke-9 yang digelar oleh Komisi Pendidikan, Kaderisasi, dan Pembinaan Seni Budaya, Senin (28/03/2022), dilansir dari laman resmi MUI pusat.

Figur perempuan dalam dunia pendidikan menjadi penting sebagai simbol pembelajaran yang penuh kasih sayang, sabar, dan ramah. Sifat-sifat tersebut sangat penting dalam mendidik anak-anak bangsa. Pasalnya seorang anak tumbuh berdasarkan pengalaman hidupnya.

“Jika pengalaman hidupnya dididik dengan sabar, maka ia akan menjadi manusia yang sabar. Jika dididik dengan sifat toleransi, maka ia akan tumbuh menjadi manusia yang toleran,” paparnya.

Terkait tema yang menjadi bahan diskusi webinar kali ini ‘Pencegahan Kekerasan atau Bullying di Sekolah’ Prof Zaki sapaan akrabnya menjelaskan bahwa perbuatan bullying merupakan dosa besar.

“Ada tiga dosa besar selain kekerasan seksual, salah satunya adalah bullying . Ini menjadi penting bagi kita semua menjadikan ruang sekolah menjadi ruang yang aman dan ramah bagi setiap anak bangsa,” tegasnya

Disebutkan MUI Jatim menaruh harapan yang sangat besar terhadap dunia pendidikan. MUI memang berangkat dari organisasi keulamaan yang konsennya terkait masalah-masalah keagamaan . Namun perlu dipahami keagamaan dalam konteks yang difahami MUI bukan hanya ibadah ritual. Tetapi hal-hal lain yang terkait dengan masyarakat banyak.

Baca Juga :  SKETSA | Citarum

“Karena itu kemudian isu keagamaan yang disampaikan oleh MUI itu menyasar ke banyak bidang . Salah satu bidang yang penting adalah pendidikan,” terangnya.

Hadir sebagai pemateri pada acara ini dua perempuan yang menjadi dosen di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Diana Rahmasari dan Binar Kurnia Prahani. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Kiai Cholil Nafis Rekomendasikan Perumusan Kode Etik Ukhuwah dalam Politik

Jum Apr 1 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | JAKARTA – Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis, merekomendasikan perumusan kode etik politik oleh MUI mengingat kontestasi lima tahunan kian kental terasa dan gejala politisnya sudah merambat dalam kehidupan umat. “Kita paham ekses perpolitikan di masa lalu yang hingga saat ini masih kita rasakan […]