VISI.NEWS | BANDUNG – Jangan cuci beras sampai airnya bening karena kebiasaan ini justru dapat menghilangkan nutrisi penting, memengaruhi rasa dan tekstur nasi, serta tidak efektif membunuh kuman, menurut pakar gizi dan data riset terbaru.
Banyak orang di Indonesia meyakini bahwa mencuci beras sampai airnya bening berarti beras sudah bersih dari kotoran, pestisida, dan bakteri. Padahal, pakar gizi dan berbagai penelitian justru menyarankan agar Anda jangan cuci beras sampai airnya bening karena praktik ini tidak selalu baik bagi nutrisi, rasa, maupun tekstur nasi yang dihasilkan.
Kenapa Kamu Jangan Cuci Beras Sampai Airnya Bening
Para ahli gizi dan pakar kuliner menyebutkan bahwa mencuci beras dengan terlalu bersih hingga airnya sepenuhnya jernih memiliki sejumlah risiko dan kekurangan yang perlu dipahami oleh masyarakat yang memasak nasi setiap hari.
1. Nutrisi Penting Larut dan Hilang
Saat mencuci beras terlalu bersih sampai airnya jernih, sejumlah vitamin dan mineral penting seperti vitamin B kompleks, termasuk thiamin (vitamin B1), folat, dan niasin dapat larut ke dalam air cucian dan terbuang sia-sia.
Vitamin B1, misalnya, sangat penting untuk metabolisme energi dalam tubuh. Jika hilang saat dicuci, nasi yang dikonsumsi menjadi kurang bernutrisi. Hal ini menunjukkan bahwa Anda jangan cuci beras sampai airnya bening karena justru mengurangi nilai gizi makanan pokok ini.
2. Lapisan Dedak dan Germ yang Berguna Hilang
Beras yang diproses modern telah banyak kehilangan lapisan dedak atau germ yang kaya serat dan nutrisi. Namun, sedikit sisa dedak yang masih ada yang terbuang saat mencuci sampai airnya bening juga berarti kehilangan nutrisi yang seharusnya bisa dimanfaatkan.
Dengan kata lain, kebiasaan jangan cuci beras sampai airnya bening membantu menjaga lebih banyak nutrisi alami yang tersisa pada permukaan beras.
3. Rasa dan Aroma Khas Beras Berkurang
Lapisan pati alami pada beras memberikan aroma khas dan rasa gurih ketika dimasak. Jika pati ini ikut hilang bersama air cucian bening, nasi yang dimasak akan cenderung hambar dan kurang beraroma.
Oleh sebab itu, untuk mendapatkan nasi yang enak, cukup cuci beras secara perlahan tanpa harus menunggu airnya benar-benar bening.
4. Tekstur Nasi Tidak Optimal
Pati yang tersisa pada permukaan beras sebelum dimasak membantu tekstur nasi menjadi pulen dan lembut. Mencuci sampai air bening justru menghilangkan pati ini sehingga nasi bisa menjadi kurang pulen, terlalu pera, atau malah terlalu lengket.
Ini menunjukkan bahwa sisa pati sebenarnya bermanfaat saat memasak nasi. Teknik mencuci dengan air sedikit keruh yang masih mengandung pati justru bisa membantu mendapatkan tekstur yang lebih ideal.
5. Mitos Nasi Cepat Basi Tidak Terbukti
Banyak yang percaya bahwa nasi yang berasnya tidak dicuci sampai bersih akan cepat basi. Namun, faktanya, ketahanan nasi lebih dipengaruhi oleh cara penyimpanan nasi setelah dimasak, kondisi ruang, serta kebersihan wadah penyimpanan daripada seberapa bening air cucian beras.
6. Pemborosan Air dan Dampak Lingkungan
Mencuci beras sampai airnya bening memerlukan air yang cukup banyak. Jika dilakukan setiap hari dalam keluarga besar, hal tersebut bisa menjadi pemborosan air bersih.
Padahal, air cucian beras yang keruh mengandung nutrisi dan pati yang justru bisa dimanfaatkan untuk menyiram tanaman atau kebutuhan lain di rumah.
7. Tidak Efektif Membunuh Kuman
Air biasa yang digunakan untuk mencuci beras tidak efektif untuk membunuh kuman ataupun bakteri. Suhu tinggi saat memasak nasi yang mencapai di atas 70°C jauh lebih efektif dalam mengatasi mikroorganisme buruk daripada sekadar mencuci beras sampai airnya jernih.
Tips Mencuci Beras yang Benar
Meskipun dianjurkan jangan cuci beras sampai airnya bening, bukan berarti beras tidak perlu dicuci sama sekali. Para ahli merekomendasikan:
– Cuci beras 1–2 kali hingga airnya terlihat lebih jernih, bukan sepenuhnya bening.
– Aduk beras perlahan saat mencuci, jangan remas terlalu kuat.
– Gunakan air bersih dan pastikan kebersihan tangan serta wadah.
Mitos vs Fakta: Apakah Harus Cuci Beras Sampai Benar-benar Jernih?
Beberapa sumber di luar negeri menyarankan mencuci beras sampai airnya jernih untuk tekstur nasi yang lebih terpisah dan ringan, terutama untuk jenis beras tertentu seperti basmati atau jasmine.
Namun dalam konteks nutrisi dan konsumsi sehari-hari, pakar gizi Indonesia justru mengingatkan bahwa mencuci terlalu bersih dapat mengurangi kualitas gizi nasi.
Mencuci beras sebaiknya tidak dilakukan sampai airnya bening karena dapat menghilangkan nutrisi penting, mempengaruhi rasa, aroma, serta tekstur nasi. Praktik yang lebih baik adalah mencuci beras secara perlahan 1–2 kali dengan air bersih tanpa menunggu airnya sepenuhnya jernih. @desi
Baca Juga: