Jejak Ahmad Hassan Di Bandung, Membawa Gaya Baru Dakwah Lewat Literasi

Majalah lama "Pembela Islam" terbitan 1933./ayobandung.com./ist.
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Sosok Ahmad Hassan atau A Hassan tak bisa dipisahkan dari sejarah perkembangan Persatuan Islam (Persis) yang didirikan di Kota Bandung nyaris seabad lalu. 

A Hassan bukanlah pendiri Persis, namun perannya sangat monumental dalam membentuk identitas Persis hingga saat ini. Pria kelahiran Singapura tersebut menjadikan Persis kala itu memiliki corak lain dalam menyampaikan nilai-nilai Islam ke tengah masyarakat. 

Bila lazimnya ilmu agama didapat dengan cara menjadi santri atau berguru pada ulama serta harus menguasai kitab kuning, A Hassan dinilai dapat membawa falsafah Islam dengan cara yang lebih mudah dijangkau masyarakat luas.

Cara tersebut tak lain adalah lewat berdebat dan penyebaran gagasan lewat majalah yang diterbitkannya bersama Persis. Berdasarkan penuturan sejarawan Islam dan pegiat Persis, Tiar Anwar Bachtiar, selama di Singapura A Hassan sebelumnya sempat berkiprah sebagai redaktur majalah Utusan Melayu.

Pekerjaan tersebut menempanya untuk bertemu banyak tokoh dan pemikir muslim di Singapura. Di sana, A Hassan juga menempuh pendidikan Islam bermazhab Syafii di salah satu madrasah tertua di Singapura, yakni Aljunied Al-Islamiah.

Saat menyambangi Kota Bandung di usianya yang memasuki kepala empat, A Hassan disebut ‘kepincut’ dengan Persis yang kala itu baru satu tahun berdiri.  Di sela tujuannya berbisnis tekstil, A Hassan kerap menyempatkan diri hadir di acara diskusi dan pengajian Persis.

“Ternyata beliau merasa cocok dengan grup pengajian ini yang sifatnya terbuka dan menyukai diskusi sehingga dia bisa menyampaikan pandangan-pandangannya dengan leluasa. Awalnya hanya jadi pendengar dan lama-lama mulai jadi narasumber,” ungkap Tiar dalam diskusi daring “Menelusuri Jejak Ahmad Hassan di Bandung”, Jumat (12/6) malam.

Tak sulit bagi A Hassan untuk kemudian menjadi pusat perhatian di Persis, terutama karena pengalamannya dalam dunia keislaman yang telah banyak ditempa di Singapura. 

Kepiawaiannya menyusun gagasan, berdebat, dan menulis membuat dia kemudian dengan cepat menjadi salah satu ‘ikon’ Persis.

A Hassan yang selama berkiprah di Kota Bandung dikenal dengan sebutan Hassan Bandung atau Ahmad Bandung tersebut banyak diingat sebagai sosok yang berhasil membawa corak baru dalam berdakwah di Kota Bandung atau bahkan Indonesia. 

Bersama Persis, A Hassan menerbitkan hingga 3 buah majalah dengan judul yang berbeda, namun masih memiliki tema besar yang serupa yakni berfokus pada pembahasan gagasan-gagasan Islam.

“Dulu majalah adalah salah satu sumber informasi utama, dan mayoritas yang ada saat ini membahas berita umum atau politik. Majalah Persis punya corak yang unik, isinya ada kajian fiqih, tafsir hadis, dan sebagainya,” ungkap Tiar.

Penerbitan Majalah Pembela Islam

Peneliti Pusat Kajian Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Hadi Nur Ramadhan mengatakan, karena keunikan isi dan segmentasinya tersebut, majalah-majalah yang diterbitkan Persis menjadi terkenal hingga ke berbagai daerah di Indonesia bahkan luar negeri. Termasuk Singapura dan Malaysia.

Dia mengatakan, salah satu majalah yang banyak dikenal adalah majalah “Pembela Islam”, digagas di Jalan Lengkong nomor 90 Kota Bandung. Isinya antara lain memuat bahasan sosial, politik, puisi, pelajaran agama, tanya jawab, dan sebagainya.

“Majalah ‘Pembela Islam’ adalah majalah yang menjadi rujukan pergerakan dakwah. Oplahnya luar biasa, beredar dari Sabang sampai Merauke, bahkan sampai ke Singapura,” ungkap Hadi.

Selain itu, ada pula majalah “Al Lisan” berisi bahasan fiqih, tafsir hadis dan ayat Alquran, dan sebagainya. Sementara majalah “At-Taqwa” membahas isi yang serupa dengan Al-Lisan, namun dikemas dalam bahasa Sunda oleh Ustaz Komaruddin Soleh asal Cianjur, salah satu murid A Hassan.

Hadi menyebutkan, bukan hanya ulama atau tokoh-tokoh Persis yang memberi sumbangsih tulisan dalam majalah-majalah tersebut, melainkan juga para tokoh pergerakan nasional. Seperti HOS Tjokroaminoto, Mas Masnyur, Agus Salim, dan lain-lain.

Majalah tersebut juga kerap memuat poin-poin hasil perdebatan A Hassan dengan berbagai kelompok, termasuk umat Kristiani hingga atheis. 

Kepiawaian debat A Hassan juga disebut-sebut membuat bapak prokalamor Indonesia, Ir. Soekarno tertarik.

“Ketika A Hassan hendak mencetak majalahnya di percetakan, di tempat yang sama suatu waktu Bung Karno juga sedang mencetak Fikiran Ra’jat milik PNI (Partai Nasional Indonesia),” ungkapnya.

“Di sana kemudian ia tertarik dengan gagasan-gagasan A.Hassan,” tambahnya.

Tiar menilai jejak A Hassan merintis penerbitan majalah dan mengajak berbagai pihak beradu argumen dengan damai (tidak berdampak permusuhan di luar panggung debat) adalah sebuah gebrakan baru dalam metode dakwah kala itu. 

Majalah yang diterbitkan dinilai memudahkan banyak orang untuk memahami Islam dengan gaya yang lebih sederhana.

“A Hassan memudahkan (orang memahami Islam) dengan menuliskan isi majalah dengan bahasa Indonesia atau Melayu, menuliskan tafsir Alquran sehingga lebih mudah dipahami banyak kalangan,” ungkapnya.

Hadi pun menilai, jasa A Hassan tersebut perlu diabadikan di Kota Bandung. Sosoknya tak terpisahkan dari perkembangan Persis termasuk ikut mendirikan Pondok Pesantren Persis (berlokasi di Jln. Pajagalan, Bandung, red.)

“Namanya perlu diabadikan di Kota Bandung. Sebagai kota pergerakan, seharusnya orang-orang yang tersohor dalam pergerakan Islam juga perlu diabadikan. Itu sebagai upaya untuk merawat dan menghargai sejarah Indonesia,” ungkap Hadi. @fen/sumber:ayobandung.com 

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Polres Karawang Tangkap 20 Pengedar Narkoba

Kam Jun 18 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Aparat kepolisian dari Satnarkoba Polres Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menangkap 20 orang pengedar narkoba berbagai jenis selama sepuluh hari terakhir. “Ada dari pelaku yang ditangkap di wilayah pesisir utara Karawang,” kata Kapolres setempat AKBP Arif Rachman dalam ekspos pengungkapan kasus di Mapolres Karawang, Kamis (18/6). Ia […]