Jelang HUT ke-77 NKRI, Areta dan Aisyah Ukir Prestasi di Kejurcab Taekwondo

Editor Kakak beradik yang berprestasi Areta Callista Almeriana dan Aisyah Mirabel Elvaretta. /visi.news/istimewa
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | CIMAHI – Banyak cara dalam mewujudkan cinta kepada tanah air. Ada yang mendulang prestasi ada yang meramaikan dengan lomba-lomba. Ada juga yang melakukan persiapan matang untuk menyambut hajat HUT ke-77 Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Begitu juga kakak beradik Areta Callista Almeriana dan Aisyah Mirabel Elvaretta, menyambutnya dengan mengikuti Kejurcab Taekwondo se-Kota Cimahi pada tanggal 13-14 Agustus 2022.

“Alhamdulillah kedua kakak beradik ini menyabet medali perak dan perunggu. Sang kakak mendapatkan medali perak di kelas pemula cadet under 59 kg, sementara adiknya pra cadet B under 36 kg. Kedua kakak beradik ini bersyukur bisa membawa nama unit black horse dimana mereka menempa ilmunya, serta mewakili sekolah dan pondok pesantren dimana mereka belajar,” ujar ibu dari kedua putri cantik itu Wenny Anggraeni, Minggu (14/8/2022).

Areta Callista Almeriana, kata Wenny, merupakan santriwati pondok pesantren 50 Ciputri Lembang duduk di kelas 2 Madrasah Tsanawiyah (MT), sementara sang adik siswi dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) Asih Putera duduk di kelas 4. Mereka Bahagia dan senang bisa berprestasi menyambut HUT ke-77 NKRI dengan prestasi.

Beberapa waktu sebelumnya tepatnya di bulan Maret 2022, Wenny mengungkapkan bahwa kedua kakak beradik ini telah mengikuti kejuaraan tingkat provinsi ITN Open 2022 dengan menyabet masing masing medali perak di kelas yang berbeda. Untuk Areta juara 2 pemula cadet putri under 59 kg, dan Elva juara 2 pemula pra cadet B putri under 34 kg.

Wenny menyampaikan bahwa tujuan akhirnya bukan medali tapi ingin kedua putrinya mengukir prestasi. “Walaupun sang kakak merupakan santriwati yang terikat aturan pondok pesantren namun Alhamdulilah pihak pondok pesantren mendukung para santrinya untuk berprestasi,” paparnya.

Baca Juga :  Rugby Kab. Bandung Tingkatkan Eksistensi, Minggu Nanti Melawan Sumedang

Wenny menambahkan bahwa menjadi santriwati dan mondok bukan merupakan halangan untuk mengukir prestasi. Ketika di tanya siapa yang mensupport penuh kegiatan mereka ini, dengan kompak Areta dan Aisyah menjawab ayahnya merupakan promotor yang sangat bawel dan tegas dalam mendidiknya.

“Hanya kesempatan kali ini ayahnya belum bisa menemani karena sedang bertugas di luar kota,” kata Wenny.

Sepenggal cerita bagaimana memaknai dan menjadikan HUT KE 77 NKRI sebagai spirit dalam berjuang untuk belajar dan mengukir prestasi. Santri tidak hanya belajar di pondok, tapi santri juga harus bisa unjuk gigi mengukir prestasi dengan menguji kemampuan diri serta memberikan eksistensi santri itu pilar NKRI.@tania hazimah

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Reynaldi : Tiga Warga Subang Menderita Lumpuh Otak, Pemerintah Harus Hadir

Ming Agu 14 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS |BANDUNG – Sebanyak 3 orang warga Desa Rawamekar Kecamatan Blanakan Kabupaten Subang diketahui menderita lumpuh otak, ketiga warga tersebut yakni RD (17) AJ (10) dan MH alias SY (8). Ketiganya mengalami kelumpuhan otak akibat sakit panas saat masih bayi dan sering kejang-kejang, hingga akhirnya berakibat kepada pertumbuhan tubuh […]