Jelang Pelaksanaan CSS dan FORNAS 2023, Pemkab Bandung Berusaha Jadi Tuan Rumah Terbaik

Editor Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Bandung H. Yosep Nugraha. /visi.news/gustav viktorizal
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | SOREANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menyatakan kesiapannya dalam penyelenggaraan dua event nasional, yaitu City Sanitation Summit (CSS) dan Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS).

Dua agenda akbar tersebut, akan menjadi sejarah baru di Kabupaten Bandung itu. Pelaksanaan CSS XXI pada 14-16 Juni 2023, sedangkan FORNAS ke-VII dilaksanakan pada 2-9 Juli 2023.

Menghadapi dua event nasional itu, Pemerintah Kabupaten Bandung saat ini sedang mematangkan berbagai persiapan pelaksanaan CSS yang hanya tinggal beberapa pekan lagi. Pelaksanaan CSS rencananya akan diisi dengan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan sanitasi dan akan diikuti perwakilan delegasi dari pemerintah kabupaten/kota se-Indonesia.

Begitu juga dengan event FORNAS ke-VII, yang dalam pelaksanaannya melibatkan Komite Olahraga Rekreasi Indonesia (KORMI) Kabupaten Bandung, juga jauh-jauh hari sudah melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat dengan melibatkan berbagai unsur di tingkat kecamatan.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Bandung H. Yosep Nugraha menyatakan, bahwa pelaksanaan CSS mengusung tema implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) dan pencapaian akses sanitasi aman.

Yosep menjelaskan, pada hari pertama CSS yang dilaksanakan di Hotel Grand Sunshine Soreang Kabupaten Bandung, Rabu (14/6/2023), acara pertama adalah sambutan selamat datang oleh Bupati Bandung Dr. HM. Dadang Supriatna selaku tuan rumah CSS XXI dan Rakornas AKKOPSI (Aliansi Kabupaten-Kota Peduli Sanitasi).

“Kabupaten Bandung, yang merupakan warga urang Sunda, sehingga dalam penyambutan para tamu dari berbagai kabupaten/kota dengan menampilkan pagelaran seni tradisional asal Kabupaten Bandung. Mulai dari lengser, tari jaipongan, tari merak dan rampak gendang,” kata Yosep, di Soreang, Selasa (23/5/2023).

Selanjutnya memasuki hari kedua, Kamis (15/6/2023), akan dilaksanakan pengarahan dan pembukaan CSS ke-XXI oleh Presiden/Wakil Presiden/Mendagri RI (tentative).

Baca Juga :  Klasemen Perolehan Medali Olimpiade Tokyo, China Terus Menjauh

“Pada kesempatan itu, turut dilaksanakan kebijakan mendorong mobilisasi sumber penerimaan daerah untuk layanan sanitasi. Selain itu, pembelajaran dan pengalaman daerah dalam pembangunan sanitasi, kunjungan stand pameran sanitasi untuk VIP,” ujarnya.

Agenda lainnya pada hari yang sama, imbuh Yosep, yakni Rakernas AKKOPSI, audensi pengurus AKKOPSI dengan 8 kementerian.

“Kemudian, pelaksanaan kunjungan ke TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle) Jatisari Kutawaringin, IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) dan IPLT (Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja) Soreang, dan RS Otto Iskandar Di Nata Soreang,” jelasnya.

Hari terakhir pelaksanaan CSS, Jumat (16/5/2023), diawali dengan agenda pembacaan hasil Rakernas/Deklarasi Soreang, penyerahan piala Smart Sanitation Award (SSA), penyerahan piala sanitasi sekolah untuk kabupaten/kota AKKOPSI.

“Agenda penting lainnya adalah pengumuman Putri Sanitasi, pengumuman lomba karya tulis/esai, pengumuman tuan rumah CSS ke-XXII, pengarahan dan penutupan oleh Ketua Umum AKKOPSI. Terakhir adalah kunjungan wisata dan Puntang Festival,” tuturnya.

Yosep berharap melalui agenda nasional CSS ini diharapkan dapat memberikan multiplier efek terhadap kualitas kesehatan masyarakat.

“Kemudian agenda nasional FORNAS, dapat meningkatkan prestasi olahraga rekreasi, serta berpengaruh terhadap peningkatan industri pariwisata dan perekonomian di Kabupaten Bandung,” pungkasnya.@gvr

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Tak Disangka, Alumni Mandarsah Ibtidaiyah Al Misbah itu Kini Jadi Bupati

Sel Mei 23 , 2023
Silahkan bagikanVISI.NEWS | BOJONGSOANG – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Misbah, di Jln. Raya Sapan, Tegalluar, Kec. Bojongsoang, Kabupaten Bandung, itu layaknya madrasah biasa. Bukan madrasah unggulan sehingga bangunannya juga layaknya madrasah lainnya. Tapi yang luar biasa, madrasah ini pernah mendidik anak yang punya kemauan keras, berani, dan sedikit bandel. Namun, […]