Jelang Pemberlakuan PSBB, 4 Titik Pasar Kaget Cileunyi Ditutup

Editor Jelang pemberlakuan PSBB Jawa-Bali, timgab jajaran Muspika Cileunyi, Jumat (8/1/2021) menutup 4 titik lokasi pasar kaget./visi.news/yaso.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Jelang pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Jawa-Bali 11-25 Januari 2021, 4 titik lokasi pasar kaget di Kecamatan Cileunyi, Kabupatèn Bandung, Jawa Barat, ditutup.

Penutupan ke-4 titik lokasi pasar kaget oleh tim gabungan jajaran Muspika Cileunyi ditandai dengan pemasangan plang penutupan.

Keempat titik pasar kaget tersebut yakni kawasan Kompleks Manglayang Regency Desa Cimekar, Pasirkawung Desa, Cimekar, Kp. Cipondoh RW 06 Desa Cinunuk, dan pasar “Kemis” di kawasan Al Jawami Desa Cileunyiwetan.

Kapolsek Cileunyi, Kompol Sururi melalui telepon selulernya mengatakan, penutupan ke-4 titik pasar kaget di wilayah hukum Polsek Cileunyi ini melibatkan tim gabungan dari jajaran Polsek, Koramil, dan kantor kecamatan dengan menurunkan petugas Satpol PP.

“Penutupan ke-4 titik pasar kaget tersebut jelang diberlakukannya PSBP Jawa-Bali. Selain memasang plang pengumuman di lokasi pasar kaget, tim gabungan pun sambil memberikan imbauan ke masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan 3M,” katanya.

Menurut Sururi meski wilayah Kab. Bandung kini di zona oranje dalam penyebaran covid-19, protokol kesehatan tetap harus dipatuhi, apalagi jelang PSBB Jawa-Bali, kawasan Bandung Raya jadi wilayah PSBB Jawa Bali.

“Kami dari jajaran Muspika Cileunyi sangat berharap di tengah pandemi Covid-19 ini masyarakat tetap harus mematahi prokes apalagi jelang PSBB Jawa-Bali. Jika saja ada yang membandel dengan menggelar kegiatan melanggar prokes, berpotensi mengundang kerumunan tak segan-segan kami akan menindak tegas,” tandas Sururi. @yas

Baca Juga :  DPD LPM Kab Tasik Laporkan Dinas PMD P3A ke Kejari dan Polisi

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

BREAKING NEWS: Komnas HAM: Polisi Langgar HAM soal Tewasnya 4 Laskar FPI

Jum Jan 8 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Hasil penyelidikan Komnas HAM terkait insiden bentrok antara polisi dengan anggota Front Pembela Islam (FPI) menyatakan telah terjadi pelanggaran oleh pihak kepolisian. Hal ini terkait penembakan oleh polisi terhadap empat anggota FPI. Komnas Ham menyebut kasus ini sebagai Peristiwa Kerawang.  “Terkait peristiwa KM 50 ke atas, terdapat 4 orang masih hidup dalam […]