Jelang Pemilu 2024, Kemenkumham Jatim Perbarui Data Alamat Kantor dan Kepengurusan Parpol

Silahkan bagikan

VISI.NEWS | SOREANG – Eksistensi usaha rumah potong hewan (RPH) swasta di Kabupaten Bandung tidaklah mudah mengingat banyaknya konsumen yang kurang lancar dalam pembayarannya.

“Usaha RPH harus punya modal yang berlipat karena pembayaran dari konsumen tidak selamanya lancar,” ungkap Agus pemilik RPH di Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, di Soreang, Minggu (2/4/2023).

Agus mengungkapkan akibat tidak lancarnya cash flow dari konsumen, modal harus terus ditambah untuk mempertahankan eksistensi usaha kita. “Kalau dihitung, tunggakan pembayaran dari konsumen sampai sekarang ini kurang lebih Rp. 3 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp. 1,7 miliar sudah saya bebaskan, sudah saya anggap lunas, tinggal Rp. 1,3 miliar,” ungkapnya.

Tunggakan sebesar itu, katanya, tidak sekaligus, tapi sedikit-sedikit dari kekurangan pembayaran. “Jadi, misalnya saat ditagih, kurang 200 ribu, 300 rb, kan lama-lama jadi besar juga. Satu konsumen bisa nunggak sampai ratusan juta,” papar pengusaha yang menjalankan usaha RPH-nya itu sejak 2008 lalu.

Kebutuhan Idul Adha

Baca Juga :  Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat, Haji Kusnadi : Partai Golkar Siap Wujudkan Itu

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Saat Lihat Orang Tak Berpuasa secara Terang-Terangan Harus Bagaimana?

Ming Apr 2 , 2023
Silahkan bagikanVISI.NEWS | BANDUNG – Kewajiban menjalankan ibadah puasa dapat dipastikan telah diketahui oleh semua orang yang beragam Islam bahkan orang awam sekalipun. Karena puasa pada bulan Ramadan adalah salah satu dari rukun Islam yang wajib hukumnya diketahui oleh semua orang yang beragama Islam. Sekalipun demikian di Negara Indonesia yang […]