Jelang Pilkada Serentak 2020, Poin Protokol Kesehatan Ditambah

Editor :
Menkopolhukam RI Mahfud MD menggelar Rapat Koordinasi Khusus (Rakornus) terkait Pilkada 2020 yang digelar saat pandemi COVID-19. Agenda ini dihadiri oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X./visi.news/ist.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS — Menindaklanjuti dilaksanakannya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di sejumlah wilayah Indonesia pada 9 Desember 2020, Menkopolhukam RI Mahfud MD menggelar Rapat Koordinasi Khusus (Rakornus) terkait Pilkada 2020 yang digelar saat pandemi COVID-19. Agenda ini dihadiri oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X secara daring di Ndalem Ageng, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin (23/11) siang.

Turut mendampingi Gubernur DIY yakni Kapolda DIY Irjen Pol Asep Suhendar, Danrem 072/Pamungkas Jenderal TNI Ibnu Bintang Setiawan, Kajati DIY Sumardi, Kepala Satpol DIY Noviar Rahmad, Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantana, Ketua Bawaslu DIY Bagus Sarwana, serta perwakilan Forkominda DIY lain.

Dalam Rakornus tersebut dijelaskan agar protokol kesehatan COVID-19 selama pilkada diterapkan dengan ketat, mengingat penambahan kasus positif COVID-19 di DIY masih terjadi. Terdapat beberapa protokol baru yang menjadi poin penting dalam melaksanakan Pilkada Serentak 2020 khususnya di DIY, diantaranya, maksimal jumlah pemilih pada setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) adalah 500 orang, adanya pengaturan jadwal kedatangan dan pemilih tidak berdekatan atau tidak bersalaman. Selanjutnya semua pemilih harus mencuci tangan, memakai masker, sarung tangan, pelindung wajah, dan mengecek suhu tubuh. Di samping itu, pemilih harus melakukan disinfeksi biliK TPS, alat tulis, dan membawa tinta tetes secara mandiri.

Khusus untuk penyelenggaraan Pilkada 2020, Satpol PP DIY pun sudah menugaskan dua orang anggota Satuan Perlindungan Masyarakat di setiap TPS untuk melakukan penertiban, pemantauan, dan penegakkan protokol kesehatan di masing-masing TPS.

Kasatpol PP DIY Noviar Rahmad mengimbau masyarakat untuk selalu mengedepankan protokol kesehatan dan mengantisipasi potensi peningkatan Covid-19 yang masih terjadi. “Terutama bagi daerah-daerah yang rawan. Segala hal yang diperlukan dalam rangka pencoblosan untuk mencegah Covid-19 ini harus dipersiapkan secara matang, betul-betul diperhatikan, dan dicermati. Sehingga, jika semua pihak pada pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 tertib dan berkomitmen untuk mematuhi aturan yang berlaku dan bisa menerapkan protokol kesehatan dengan benar, pasti pilkada dapat berjalan dengan lancar dan aman,” ujar Noviar Rahmad. @yus

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pakai Masker Awalnya Terpaksa, Akhirnya Terbiasa

Sen Nov 30 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS -Warga Desa/Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah ini masih ragu kebenaran virus mematikan Covid-19. Informasi yang dia dapat dari media sosial, juga percakapan orang-orang di pasar tradisional setempat belum bisa meyakinkannya bahwa virus itu nyata. “Saya belum yakin covid itu membahayakan seperti yang diberitakan. Toh di Pasar Kaligondang […]