JELANG RAMADAN: Mekah Izinkan Kembali Bagi-bagi Santap Takjil

Editor Izin akan dikeluarkan untuk distribusi makanan buka puasa di Masjidilharam, Mekah./ilustrasi/via ihram.co.id/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Komite Penyiraman dan Bantuan di Mekah mengumumkan dimulainya kembali izin untuk inisiatif Iftar Sayim atau umum disebut takjil bagi umat Islam yang berpuasa untuk berbuka.

Hanya saja, izin pemberian takjil selama Ramadan nanti diperuntukkan bagi masyarakat di wilayah Mekah.

Pemilik restoran ataupun keluarga, biasanya akan menyediakan makanan seperti kurma, minuman, dan hidangan hangat yang kemudian dibagikan ke masjid-masjid.

Dengan begitu, pengunjung tidak perlu khawatir tentang apa yang akan mereka makan ketika azan magrib berkumandang.

Tradisi ini umumnya menjadi momentum berharga untuk beramal di setiap bulan Ramadan, khususnya yang paling dominan terjadi di masjid Mekah dan masjid Madinah.

Para pekerja masjid suci akan melapisi lantai dengan plastik kemudian akan menyajikan makanan yang diberikan secara gratis untuk berbuka puasa.

Pekerja yang berdedikasi melapisi lantai masjid dengan penutup plastik, dan makanan yang cukup disediakan untuk memberi makan semua umat.

Tahun ini, karena pandemi Covid-19 masih mengkhawatirkan sehingga makanan yang diizinkan sebagai menu berbuka akan dibatasi pada makanan kering atau barang yang dikemas sebelumnya untuk meminimalkan risiko kontaminasi.

Namun, mereka yang ingin membagikan makanan hangat dapat terus melakukannya di lingkungan pemukiman di kota Mekah itu sendiri.

Selain itu, pihak-pihak yang ingin berkontribusi memberikan keranjang makanan kepada keluarga kurang mampu, harus mendaftar di situs resminya, https://sr-mkh.org.sa.

Mohammed Al-Dosari mengatakan, bahwa dia dan keluarganya tidak pernah melewatkan takjil sebelum ada pandemi. Ia mengingat, Ramadan tahun lalu yang begitu kehilangan tradisi berbagi takjil tersebut.

“Ramadan lalu sangat berat bagi kami, kami merasa kehilangan kesempatan untuk membantu komunitas kami dan menyambut tamu Masjidilharam. Kami sangat merasakan kehilangan kesempatan,” ungkap Dosari dilansir Ihram.co.id dari Arab News, Jumat (19/3/2021).

Baca Juga :  USWAH: Saat Abu Bakar Muntahkan Makanan dan Tawa Rasulullah

Mekah adalah salah satu wilayah yang paling terdampak oleh pandemi. Pemberlakuan penguncian 24 jam telah dimulai jauh lebih awal daripada wilayah lainnya di Kerajaan, begitu juga dengan pembatasan yang baru diizinkan dicabut setelah keadaan lebih aman.

“Kami sangat menantikan untuk melakukan amal tahun ini, dan kami sangat berharap bahwa Masjid Suci akan dapat menerima lebih banyak umat beriman Ramadan ini,” tambah Al-Dosari.

“Saya pikir banyak muslim, termasuk saya, sangat terguncang oleh gambar masjid yang benar-benar kosong tahun lalu di puncak pandemi. Kami berdoa agar tahun ini kami akan melihat masjid penuh lagi dan bahwa Allah akan menjaga keselamatan peziarah-Nya tahun ini,” harapnya. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

MUI: Vaksin AstraZeneca Haram Mengandung Babi, Tapi Boleh Digunakan

Sab Mar 20 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Ketua Majelis Ulama Indonesia bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh menyatakan Vaksin AstraZeneca mengandung tripsin babi alias haram, namun atas nama kedaruratan tetap bisa digunakan di Indonesia. Asrorun mengatakan keputusan itu telah dituangkan dalam Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2021 tentang Hukum Penggunaan Vaksin Covid-19 Produk AstraZeneca. “Ketentuan […]