Search
Close this search box.

Juara Paruh Musim Usai Laga Dramatis, Chivu Padamkan Euforia Inter

Cristian Chivu bereaksi usai Inter Milan menang 1-0 atas Lecce di Giuseppe Meazza, Milan, Kamis (15/1/2026) dini hari WIB./visi.news/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS|BANDUNG -Inter Milan memastikan diri sebagai juara paruh musim Serie A, namun euforia di Giuseppe Meazza justru dibungkam oleh pernyataan tegas pelatih Cristian Chivu. Kemenangan tipis 1-0 atas Lecce pada Kamis (15/1/2026) dini hari WIB bukan hanya tentang tiga poin, tetapi juga pengingat keras bahwa perjalanan menuju Scudetto masih sarat risiko.

Gol tunggal Francesco Pio Esposito yang tercipta di menit-menit krusial menjadi penyelamat Inter dalam laga yang berjalan alot. Hasil tersebut membawa Nerazzurri memimpin klasemen dengan keunggulan enam poin atas Napoli yang gagal menang di laga lainnya.

Meski demikian, Chivu menolak merayakan status Campione d’Inverno. Menurutnya, gelar paruh musim tak memberikan jaminan apa pun dalam perburuan Scudetto.

“Saya pernah memenangkan gelar juara musim dingin sebelumnya dalam karier saya, tapi itu tidak berarti apa-apa,” kata Cristian Chivu.

“Apa yang penting adalah berada di sana pada bulan Mei,” lanjutnya.

Pertandingan melawan Lecce sendiri memperlihatkan sisi rapuh Inter. Tim tuan rumah kesulitan menembus pertahanan lawan di babak pertama dan tampak kehabisan energi setelah duel keras melawan Napoli beberapa hari sebelumnya.

Chivu mengakui kondisi fisik timnya belum ideal, namun ia memuji mentalitas para pemain yang tetap berjuang hingga akhir.

“Saya memperkirakan ini akan sulit, karena ketika Anda menghabiskan banyak energi seperti saat melawan Napoli, itu membebani Anda,” ujarnya.

“Anak-anak ini pantas sukses, karena mereka melakukan segalanya untuk membawa pulang hasil maksimal,” tambah Chivu.

Kemenangan tersebut juga menghadirkan momen emosional antara Chivu dan Francesco Pio Esposito. Sang pelatih berlari memeluk Esposito usai gol tercipta, mengingat kedekatan mereka sejak di akademi Inter.

“Saya ingat anak kecil berusia tujuh tahun ini, kami praktis tumbuh bersama,” ucap Chivu.

Baca Juga :  Ini Saran Ahli Soal Durasi Ideal Tidur Siang

“Dia adalah kapten saya di skuad Inter Primavera dan saya bahagia untuknya, sama seperti saya bahagia untuk seluruh tim,” katanya.

Di tengah hasil positif, Chivu juga menanggapi kritik terkait keputusannya memberi libur latihan sebelum laga padat ini. Ia menilai kepercayaan terhadap kedewasaan pemain justru menjadi kunci kemenangan.

“Atau kita bisa membalikkan pertanyaan dan mengatakan mungkin kami menang karena hari libur itu,” ujar Chivu.

“Saya percaya pada kedewasaan pemain saya,” tutupnya.

Dengan paruh musim telah berakhir, Inter kini dihadapkan pada tantangan lebih berat. Bagi Chivu, kemenangan dramatis ini bukan alasan untuk berpuas diri, melainkan peringatan bahwa satu kesalahan kecil bisa mengubah segalanya dalam perburuan gelar.@fajar

Baca Berita Menarik Lainnya :