Juara Tinju Dunia Dukung Hak Wanita Berhijab di India

Editor Juara tinju dunia Nikhat Zareen./via aboutislam.net/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | INDIA – Juara tinju dunia Nikhat Zareen telah mengirimkan pesan dukungan kepada Muslim India yang ingin mengenakan jilbab, menyusul kontroversi seputar larangan pakaian Islami di lembaga pendidikan Karnataka.

“Saya tidak masalah mereka memakai hijab. Bagaimanapun, itu adalah pilihan mereka sendiri. Saya baik-baik saja dengan itu,” kata Zareen, seorang Muslim, seperti dikutip media, NDTV melaporkan.

“Itu sepenuhnya pilihan mereka sendiri. Saya tidak bisa mengomentari pilihan mereka. Saya punya pilihan sendiri, saya suka memakai pakaian seperti itu dan saya tidak keberatan memakai pakaian seperti itu. Keluarga saya tidak keberatan saya memakai pakaian seperti itu. Jadi, saya tidak peduli apa yang orang katakan tentang saya,” katanya.

Awal bulan ini, Zareen mengukir sejarah dengan meraih medali emas di Kejuaraan Tinju Dunia Wanita IBA dan menjadi orang India ke-5 yang menorehkan prestasi ini.

Komentarnya muncul di tengah kontroversi seputar jilbab setelah negara bagian selatan Karnataka melarang jilbab.

Pelajar Muslim di Karnataka telah memprotes larangan jilbab di lembaga pendidikan, mengatakan langkah Islamofobia pemerintah Karnataka melanggar kebebasan beragama mereka yang dijamin di bawah konstitusi India.

Kritik terhadap larangan tersebut mengatakan itu adalah cara lain untuk meminggirkan komunitas yang menyumbang sekitar 13% dari 1,35 miliar penduduk India yang mayoritas Hindu.

Pengadilan Tinggi Karnataka juga telah menegakkan larangan tersebut pada bulan Maret tahun ini, dengan mengatakan bahwa mengenakan jilbab tidak penting dalam Islam.

Islam melihat jilbab sebagai kode wajib berpakaian, bukan hanya simbol agama yang menunjukkan afiliasi seseorang.

Pembatasan hijab telah muncul di tempat lain, termasuk Prancis, yang pada tahun 2004 melarangnya di sekolah-sekolah. Tetapi di India, di mana Muslim merupakan 14% dari 1,4 miliar penduduk negara itu, jilbab secara historis tidak dilarang atau dibatasi di ruang publik. @fen/sumber: aboutislam.net

Baca Juga :  KONFLIK RUSIA-UKRAINA | Di Tengah Gencarnya Serangan Rusia, Presiden Ukraina Rombak Dinas Militernya Besar-besaran

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pastikan Pelayanan Haji Terbaik, Kang Ace Datangi Kantor Kemenag Jabar

Rab Mei 25 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | BANDUNG – Untuk memastikan pelayanan terbaik penyelenggaraan dan pelayanan ibadah haji tahun ini, Komisi VIII DPR-RI dipimpin Tubagus Ace Hasan Syadzily, Selasa (24/5/2022) mendatangi Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Barat. Kehadiran Kang Ace – begitu Tubagus Ace Hasan Syadzily kerap dipanggil akrab warga Jabar – dan […]