KA Harus Merger ke Angkutan Massal Lain, Ini Penjelasan Menhub

Editor Menhub, Budi Karya Sumadi, menghadiri peringatan setahun beroperasinya KRL Yogyakarta -Solo, sekaligus menyaksikan peluncuran kartu multi trip (KMT) di Stasiun Solo Balapan. /visi.news/tok suwarto
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | SOLO – Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, mengingatkan jajarannya, Dirjen dan Direktur Perkeretaapian, serta Direktur Utama PT KAI termasuk Direktur Utama PT KCI, bahwa kereta api (KA) adalah angkutan massal yang harus merger atau menyambung dengan angkutan massal lainnya.

“Seperti di Solo, kereta api nyambung dengan Terminal Tirtonadi dan kita kembangkan dengan Bandara Adi Soemarmo. Di Yogyakarta juga begitu. Kereta api nyambung dengan Yogyakarta International Airport,” ujar Budi Karya Sumadi, dalam jumpa pers peringatan setahun beroperasinya kereta komuter atau KRL Yogyakarta – Solo di Stasiun Solo Balapan, Sabtu (12/3/2022).

Menhub menginginkan angkutan massal KRL menjadi andalan masyarakat di Yogyakarta, Solo dan sekitarnya, seperti di Jabodetabek. Dalam kaitan itu, Budi Karya minta integrasi atau perpindahan antarmoda angkutan tersebut terus ditingkatkan.

“KRL Yogyakarta-Solo harus tersambung dengan angkutan lainnya, seperti dengan bus Terminal Tirtonadi dan penerbangan Bandara Adi Sumarmo. Kita harapkan minat masyarakat menggunakan KRL terus meningkat, seperti di Jakarta yang perharinya mencapai 1,2 juta penumpang,” jelasnya.

Dalam peringatan setahun beroperasinya KRL di luar Jabodetabek, sekaligus peluncuran kartu multi trip (KMT) khusus bagi penumpang KRL Yogyakarta – Solo tersebut, Menhub mengungkapkan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus mengembangkan pelayanan KRL Yogyakarta – Solo. Pada tahun 2022 ini, Ditjen Perkeretaapian (DJKA), Kemenhub telah mengerjakan perpanjangan elektrifikasi jalur KRL dari Solo Balapan – Solo Jebres – Palur sepanjang 6,2 Km dan membangun Depo KRL di Solo Jebres untuk perawatan KRL.

“Lima tahun mendatang KRL akan terus dikembangkan sampai ke Kutoarjo dan Madiun,” ungkap Menhub, didampingi Dirjen Perkeretaapian Zulfikri, Dirut PT KAI Didiek Hartantyo, Plt Dirut PT KCI Roppiq Lutfi Azhar, dan Ketua YLKI Tulus Abadi.

Baca Juga :  PIALA FA: Dua Gol Menit-menit Akhir Bawa City ke Semifinal

Menurut Menhub, selama setahun KRL Yogyakarta – Solo beroperasi, tercatat telah mengangkut lebih dari 2 juta penumpang.

Ke depan, sambung Menhub, KCI sebagai operator KRL Yogyakarta – Solo diminta terus meningkatkan waktu tunggu kedatangan antar kereta (headway) agar lebih singkat, sehingga semakin meningkatkan kapasitas penumpang per tahun.

“Sekarang headwaynya masih 30 menit. Selanjutnya akan dipersingkat hingga 5 menit, sehingga bisa meningkatkan kapasitas penumpang hingga 6 kali lipat,” tandasnya.@tok

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

SKETSA | Schopenhauer

Ming Mar 13 , 2022
Silahkan bagikanOleh Syakieb Sungkar ARTHUR Shopenhauer lahir dari sebuah keluarga pedagang di kota Danzig pada tanggal 22 Februari 1788. Ketika kota Danzig diserahkan kepada Prusia tahun 1793, keluarganya ikut berimigrasi ke Hamburg dan menetap di sana sampai ayahnya meninggal tahun 1805. Ibunya adalah seorang novelis yang kemudian mendirikan sebuah salon […]