Search
Close this search box.

Kabupaten Bandung Butuh Sosok Muda yang Peka Terhadap Permasalahan

Ketua DPC PDI Perjuang Kab. Bandung, H. Harjoko Sangganagara B. Sugiatmo M.Pd, saat mendampingi Yena - Atep./visi.news/ki agus.

Bagikan :

VISI.NEWS — Semua Pasangan Calon (Paslon) mempunyai potensi dipilih masyarakat karena masing-masing sudah lolos fit and proper test dari partai pengusungnya dan diakui oleh KPU Kabupaten Bandung setelah lolos verifikasi dan validasi sebagai persyaratan.

Namun Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung, H. Harjoko Sangganagara B. Sugiatmo M.Pd, Kabupaten Bandung membutuhkan sosok muda yang mempunyai tekad kuat untuk membangun dan menuju perubahan yang signifikan. Bisa peka terhadap setiap permasalahan yang terjadi dan berkeinginan untuk memberikan solusi terbaik demi masyarakat.

“Masyarakat Kabupaten Bandung saat ini membutuhkan pemimpin yang baru, segar, penuh kreasi dan inovasi dengan mengedepankan kepentingan masyarakat sebagai prioritas,” katanya via seluler, Sabtu (31/10/2020).

Siapa calon pemimpin itu, menurut dia, masyarakat sudah tahu, demikian juga dengan Partai pengusungnya. Karena menuju perubahan itu, bukan dilakukan secara invidual melainkan bersama-sama, saling bahu membahu, kegotongroyongan, dan tekad untuk membangun melalui konsep satu kesatuan menuju masa depan lebih baik.

Mengenai adanya dugaan bakalan terjadi masyarakat Golput, dikemukakannya, mungkin saja ada karena kurang masifnya sosialisasi oleh KPU Bawaslu dan Pemkab. Selain itu juga masih belum berakhirnya pandemi Covid-19 menyebabkan kekhawatiran masyarakat untuk mengikuti kampanye maupun pemungutan suara di TPS-TPS. Juga tidak adanya jaminan kesehatan bagi pemilih dan tidak adanya jaminan pengobatan membuat pilkada ini berisiko tinggi (high risk).

“Kami mahfum kalau masyarakat cukup dewasa dalam berpolitik, karena ini merupakan pilkada langsung yang kesekian kalinya bagi kabupaten Bandung. Tapi yang tidak dewasa dalam hal ini adalah tim sukses paslon tertentu yang menghalalkan segala cara untuk memperoleh dukungan,” ujarnya.

Untuk menghindari terjadinya golput, dia meminta agar meningkatkan sosialisasi oleh KPU, Bawaslu dan Forkompimda. Menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 seoptimal mungkin. Memberikan pengobatan gratis bagi pemilih yang tertular Covid-19 saat memilih di TPS-TPS. Dan libatkan lembaga lembaga kemasyarakatan maupun keagamaan untuk menjelaskan arti penting pilkada dan keharusan memiliki pemimpin di daerah. @qia.

Baca Berita Menarik Lainnya :