Kades Sukamaju Majalaya Berharap Dana CSR Perusahaan Lebih Dirasakan Masyarakat

Editor :
Acep Handana, Kepala Desa Sukamaju (pakai topi) foto bersama usai menerima aspirasi dari warga masyarakat di lapangan, Senin (28/9)/visi.news/Istimewa.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Kepala Desa Sukamaju, Acep Handana, berharap para pengelola perusahaan pabrik tekstil yanga ada di Desa Sukamaju, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, ada tanggung jawab sosial terhadap lingkungan dan perhatian khusus kepada masyarakat.

Tanggung jawab sosial kepada masyarakat itu diatur berdasarkan Undang-Undang No 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan Peraturan Pemerintah No 47 tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan.

“Itu dasar hukumnya,” kata Acep kepada VISI.NEWS di ruang kerjanya, Desa Sukamaju, Senin (28/9).

Menurut Acep, di Desa Sukamaju tercatat sekitar 25 pabrik tekstil, 7 di antaranya adalah PT dan sisanya adalah CV. Ia memperhatikan setelah sembilan bulan menjabat sebagai orang nomor satu di Desa Sukamaju, dana CSR (corporate social responsibility) diduga tidak dialokasikan dan tak tercatat sebagai laporan administrasi ke pemerintahan setempat sebagaimana kewajiban sosial yang harus dilaksanakan oleh pihak perusahaan kepada masyarakat.

Terkait pengelolaan dana CSR, katanya, Pemerintah Desa Sukamaju akan segera mengeluarkan surat edaran ke perusahaan-perusahaan tersebut.

“Pengelolaan dana CSR dari setiap perusahaan yang ada di Desa Sukamaju, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, itu sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan desa,” ungkapnya.

Berdasarkan aturan (Peraturan Daerah), ujar Acep, dana CSR itu mengambil dari profit tahunan perusahaan sebesar 2,5-3 persen.

“Itu diambil dari keuntungan bersih perusahaan per tahun,” katanya.

Melihat dari perkembangan di lapangan, ia memperhatikan kurangnya mendapatkan kepedulian dari perusahaan dalam penyaluran dana CSR. Memang dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini, beberapa pabrik ada yang memberikan bantuan sembako kepada masyarakat.

“Itu kegiatan rutin yang sudah berjalan,” ujarnya.

Yang diharapkan pemerintah desa saat ini, kata Acep, dana CSR dialokasikan dalam bentuk usaha produktif untuk menopang kebutuhan ekonomi sehari-hari warga di sekitar perusahaan.

“Dilihat dari sisi bantuan seperti sembako, tidak akan menopang kebutuhan ekonomi masyarakat dengan jangka waktu yang lama. Meski yang namanya kebutuhan sehari-hari tidak bisa ditinggalkan. Tetapi setidaknya dengan adanya bantuan pengembangan ekonomi masyarakat yang bersumber dari dana CSR, bisa menopang kebutuhan ekonomi masyarakat yang cukup panjang,” ungkap Acep.

Harapan itu ia ungkapkan berdasarkan aspirasi dari masyarakat saat bertemu langsung di lapangan. Ada juga di antara warga yang menyampaikan aspirasinya melalui media sosial.

“Insyaallah di awal bulan Oktober 2020 mendatang, surat edaran ke perusahaan sudah diterbitkan,” ujarnya.

Mengingat saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19, Acep mengutarakan, dalam penyaluran dana CSR itu tak menekan disesuaikan dengan persentase dari keuntungan perusahaan yang didapat selama setahun tadi.

Acep juga sangat memahami di tengah pandemi Covid-19 ini para karyawan pabrik belum stabil dalam melaksanakan kerjanya. Selain banyak karyawan pabrik yang diliburkan, juga ada yang bekerja tiga sampai empat hari kerja dalam seminggu, dan sisanya tak bekerja.

“Saat ini, di Desa Sukamaju, warga yang tadinya kerja menjadi tak kerja akibat pandemi Covid-19 itu. Melihat kondisi ekonomi yang dialami warga tersebut, saya sebagai Kepala Desa turut tergugah untuk memperhatikan aspirasi mereka, khususnya dalam sektor ekonomi,” tuturnya.

Untuk itu, Acep berharap kepada pihak perusahaan yang ada di wilayah kerjanya, khususnya yang masih berjalan ikut andil untuk membantu masyarakat, khususnya yang kehilangan pendapatan secara ekonomi.

“Minimal membantu warga yang menganggur bertahun-tahun dan warga lain yang berhenti dari tempat kerjanya. Setidaknya ada pasokan berupa modal usaha atau barang-barang yang mudah diperjualbelikan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya. @bud

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Timnas U-19 Gulung Dinamo Zagreb, Shin Tae Yong Belum Puas

Sel Sep 29 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Timnas Indonesia U-19 sukses meraih kemenangan 1-0 atas Dinamo Zagreb pada laga uji coba di Komplek Stadion Maksimir (Dinamo Zagreb Academy), Zagreb, Senin (28/9) malam WIB. Kemenangan ini tak lantas membuat pelatih Shin Tae Yong puas. Laga persahabatan melawan Dinamo Zagreb merupakan uji coba terakhir bagi Garuda […]