VISI.NEWS — Test Swab itu, dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, DR. Juhana, hanya merupakan prmetaan saja bukan suatu prediksi bagi siswa.
Bisa saja, menurut Juhana, setelah dilakukan swab, besoknya ada siswa yand terpapar covid. Dan itu akan terjadi karena adanya kerumunan dengan Orang Tanpa Gejala (OTG).
“Lagipula di Kabupaten Bandung ini, saya belum menerima ada siswa positif covid. Semua sehat-sehat saja,” katanya dikantornya, Kamis (22/10/2020).
Untuk itu dikemukakannya, tidak perlu adanya test swab walaupun murah. Lebih baik berjalan saja seperti sekarang ini. Semua siswa aman dan nyaman begitu juga dengan pembelajarannya.
Kecuali, lanjutnya, test swab itu bisa menjadikan jaminan siswa bisa masuk sekolah. Sebab hasil swab itu tidak lama, hanya satu hari saja. Itu juga kalau sesuai dengan prosedural pemeriksaan.
“Daripada harus test swab, mending kita menunggu vaksin dari pemerintah. Selain aman tanpa mengundang kerumunan juga gratis,” ujarnya.
Juhana tidak menyangkal kalau ada guru yang terpapar covid. Dia menegaskan, bukan dari kunjungan atau pembelajaran tatap muka dengan siswa. Guru itu terkontaminasi dari anaknya sendiri yang entah sudah bermain dimana, tidak ada penjelasan.
“Setelah isolasi mandiri guru tersebut dan anaknya sudah dinyatakan sembuh,” imbuh dia.
Tapi Juhana tak akan menyebutkan nama guru itu atau anaknya, karena itu rahasia dan tidak boleh diketahui umum. @qia.