VISI.NEWS – Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia (KAI), Didiek Hartantyo, menyatakan, di masa pandemi Covid-19, PT KAI menghadapi tantangan berat. Meskipun demikian, selama pandemi PT KAI tidak tinggal diam.
“Kemarin, kami bersama para direksi PT KAI di Surabaya membangun konektivitas ke pelabuhan. Konektivitas itu untuk mengintegrasikan moda transportasi KA dengan pelabuhan,” kata Didiek Hartantyo, pada upacara peletakan batu pertama pembangunan masjid Stasiun Solo Balapan, di kawasan parkir Stasiun Solo Balapan, Jumat (4/6/2021).
PT KAI memasukkan jalur kereta api ke pelabuhan, menurut Dirut PT KAI, agar ada integrasi antarmoda untuk angkutan barang dalam upaya memangkas biaya logistik nasional.
“Biaya logistik sekarang ini sebesar 26 persen. Bapak Presiden minta supaya kita sama dengan negara maju atau Singapura. Biaya logistik antara 8 sampai 12 persen. Ini untuk meningkatkan daya saing,” ujarnya.
Dirut PT KAI mengungkapkan, pihaknya berkomitmen membangun kesejahteraan masyarakat melalui layanan transpotasi, sebagai bagian dari pembangunan kawasan, termasuk kawasan Kota Solo.
PT KAI juga memberikan layanan dengan kereta commuter yang menghubungkan Solo dengan Yogyakarta, Solo dengan Madiun dan Solo dengan Semarang, agar dapat menggerakkan perekonomian wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menyinggung pembangunan masjid Stasiun Solo Balapan, tempat ibadah itu dibangun PT KAI di lahan seluas 700 meter persegi, lokasinya tepat di pintu masuk Stasiun Solo Balapan.
Arsitektur masjid yang terdiri dari 2 lantai dan mampu menampung 600 jemaah, dirancang seperti masjid Timur Tengah di Madinah.
“Biar para pelanggan dan penumpang kereta api yang memasuki kawasan stasiun, biar merasakan oase pendingin saat melihat bangunan masjid yang indah,” tambah Didiek Hartantyo lagi. @tok












