Kajari Garut Berang, Banyak Oknum “Baramaen” Proyek Mengatasnamakan Dirinya

Kepala Kejaksaan Negri (Kajari) Garut, Sugeng Hariadi./visi.news/zaahwan aries.
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Kepala Kejaksaan Negri (Kajari) Garut, Sugeng Hariadi, berang. Pasalnya banyak oknum yang membawa-bawa namanya untuk kepentingan permintaan proyek kepada Pemda Garut.

Sugeng mengancam akan melakukan tindakan tegas bila orang yang telah merusak nama baiknya itu sudah diketahui, apalagi jika itu dilakukan anak buahnya.

Sugeng mengaku sangat menyesalkan banyaknya oknum yang mengatasnamakan dirinya maupun lembaga kejaksaan untuk meminta jatah proyek kepada pihak Pemkab Garut dan dinas. Ia mengetahui hal itu karena selama ini telah banyak mendapatkan laporan.

“Saya memang masih terbilang baru belrtugas di Garut. Namun, saya sudah banyak mendapatkan laporan bahwa nama saya maupun lembaga kejaksaan sering dimanfaatkan oknum untuk minta proyek,” ujar Sugeng di Kantor Kejari Garut, Jumat (3/7).

Yang lebih memprihatinkan lagi, tutur Sugeng, bukan hanya namanya yang selama ini sering dicatut oleh oknum untuk alat minta proyek. Oknum juga bahkan berani mencatut nama atasannya mulai dari Kajati sampai Kajagung untuk minta jatah proyek pengadaan barang dan jasa.

Perbuatan oknum seperti itu dinilainya sangat melecehkan nama institusi kejaksaan. Apalagi kejaksaan merupakan institusi penegak hukum yang tentunya harus memberikan contoh yang baik kepada semuanya.

Dikayakan Sugeng, begitu mendapatkan laporan seperti itu, dirinya langsung membuat dan mengirimkan surat kepada Bupati Garut, Sekda, serta pihak terkait lainnya. Isi surat di antaranya menegaskan bahwa dirinya maupun lembaga kejaksaan sama sekali tidak pernah meminta jatah proyek dan memang tidak diperbolehkan untuk berkecimpung dalam persoalan proyek.

“Saya juga tegaskan dalam surat tersebut bahwa ada oknum yang minta proyek dengan mengatasnamakan nama saya ataupun atasan saya serta lembaga kejaksaan, agar ditolak. Bahkan saya minta agar pihak pemda atau yang lainnya segera melaporkan hal itu langsung kepada saya,” katanya.

Dengan tegas Sugeng mengancam tidak akan segan-segan melakulan tindakan tegas terhadap oknum yang telah berani-beraninya mencatut nama dirinya, atasannya, serta lembaga ejaksaan untuk kepentingan tertentu termasuk meminta jatah proyek. Hal itu tak terkecuali terhadap pegawai kejaksaan yang ikut bermain proyek apalagi jika yang bersangkutan ketahuan telah mencatut nama kajari, kajati, dan kajagung, termasuk lembaga kejaksaan.

Sugeng mengimbau seluruh dinas, Instansi, maupun stakeholder agar tak begitu saja mempercayai orang yang mengatasnamakan dirinya, atasannya, serta lembaga kejaksaan yang meminta jatah proyek atau yang lainnya. Jika ada orang yang datang atau menghubungi dengan maksud untuk meminta jatah proyek atau yang lainnya dengan mengatasnamakan kajari, kajati, dan kejagung serta lembaga kejaksaan, ia minta agar pihak yang didatangi atau dihubungi segera melaporkannya.

Menurut Sugeng, aksi oknum yang nakal seperti itu diduga telah sering kali dan sudah lama terjadi di Garut. Pihaknya akan melakukan penelusuran untuk mengetahui dan mengungkap siapa siapa saja okum yang biasa berbuat nalal seperti itu.@zhr

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

BLT-DD Tahap 3 untuk KPM Desa Jelegong Rancaekek Telah Disalurkan

Jum Jul 3 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Pemerintah Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, ¬†Kabupaten Bandung, Jawa Barat, telah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai dari Dana Desa (BLT-DD) tahap 3, Jumat (3/7). Kepala Desa Jelegong, Anen Rumdani mengatakan, pihaknya telah mencairkan BLT-DD bagi warga di desanya yang terdampak Covid-19 bagi 161 KPM (keluarga penerima manfaat), yaitu […]