Kamala Harris, Perempuan Pertama Jadi Wakil Presiden Amerika Serikat

Editor :
Kandidat Cawapres AS mendampingi Joe Biden, Kamala Harris./bbc/ist.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Kamala Harris akan menjadi perempuan pertama yang menduduki posisi Wakil Presiden Amerika Serikat. Hal ini terjadi setelah Joe Biden dan Kamala berhasil memenangkan Pemilu AS usai mendapatkan lebih dari 270 suara elektoral.

Sosok Kamala Harris menyita banyak perhatian karena menjadi sejarah dalam politik AS sebagai wanita India-Amerika dan kulit hitam pertama yang menjadi calon wakil presiden partai besar di Negeri Paman Sam.

Bahkan mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama memuji keputusan Joe Biden memilih Kamala Harris yang dianggap sangat siap menjadi wakil presiden.

Melansir kumparan.com berikut fakta mengenai sosok Kamala Harris yang dihimpun dari berbagai sumber :

Ibu India, ayah Jamaika, dibesarkan di lingkungan kulit hitam

Kamala Devi Harris lahir di Oakland, California pada 20 Oktober 1964. Ibunya, Shyamala Gopalan, dibesarkan di India selatan dan kemudian bermigrasi ke Negeri Paman Sam untuk meraih gelar doktornya di University of California Berkeley. Di sana Gopalan bertemu dengan Donald Harris yang berasal dari Jamaika sesama mahasiswa pascasarjana yang kemudian menjadi or if da if ekonomi.

Pasangan itu menikah dan memiliki dua anak perempuan, Kamala Harris dan saudarinya Maya Harris. Mereka bercerai ketika Harris berusia 7 tahun. Ia dan saudarinya pun ikut sang ibu untuk tinggal di Berkeley, wilayah yang banyak dihuni kaum Afrika-Amerika.

Selama bertahun-tahun, dia diidentifikasi sebagai wanita kulit hitam di mata publik, ‘identitas Asia Selatannya’ jarang disebutkan dalam liputan media hingga Harris diumumkan sebagai pendamping Joe Biden.

Mengutip Fox News, Harris membuat pilihan yang menunjukkan bahwa dia lebih condong ke identitas kulit hitamnya dari waktu ke waktu: Dia kuliah di Universitas Howard, salah satu perguruan tinggi kulit hitam paling bergengsi dalam sejarah di negara itu, dan bergabung dengan perkumpulan mahasiswa kulit hitam, Alpha Kappa Alpha.

Baca Juga :  Jenguk Pemudik Pulang Kampung, 6 Warga Desa Kedungbulus Pati Positif Covid-19

Tapi itu tidak berarti bahwa warisan India-nya juga bukan bagian dari identitasnya.

Bangga berdarah India

Dalam autobiografinya tahun 2019, The Truths We Hold , Harris menulis tentang bagaimana ibunya sebagai orang India membesarkannya dengan apresiasi terhadap budaya India, memasak makanan India untuk putrinya, memberi mereka perhiasan India, dan mengajak mereka bepergian ke India untuk mengunjungi keluarga besar.

Tetapi Harris menulis bahwa dia juga sangat menyadari bahwa dunia akan memandang dia dan saudara perempuannya sebagai wanita kulit hitam.

“Ibu saya mengerti betul bahwa dia membesarkan dua anak perempuan kulit hitam. Dia tahu bahwa tanah air tempat anak-anaknya tumbuh besar akan melihat Maya dan saya sebagai gadis kulit hitam, dan dia bertekad untuk memastikan kami akan tumbuh menjadi wanita kulit hitam yang percaya diri,” tulisnya.

Meski dikenal sebagai politisi berkulit hitam, senator berusia 55 tahun itu bangga dengan darah Indianya.

“Pertama, nama saya diucapkan ‘comma-la’, seperti tanda baca. Artinya ‘bunga teratai’, yang merupakan simbol makna dalam budaya India. Teratai tumbuh di bawah air, bunganya menjulang ke atas permukaan sementara akarnya tertanam kuat di dasar sungai,” lanjutnya dalam buku autobiografinya.

Dari Jaksa terjun ke politik

Setelah memperoleh gelar Doctor dari University of California, Hastings College of the Law di San Francisco pada 1989, Kamala Harris bekerja di kantor kejaksaan Alameda County di Oakland sebagai asisten jaksa wilayah yang berfokus pada kejahatan seksual.

Mengutip Britannica , Harris sempat menjadi jaksa wilayah di San Francisco, selanjutnya ia terpilih menjadi Jaksa Agung California pada 2011 hingga 2017. Ia menjadi wanita pertama dan orang Afrika-Amerika pertama yang memegang jabatan itu.

Baca Juga :  Epidemiolog Unpad: Pemkot Bandung agar Evaluasi AKB karena Kasus Covid-19 Melonjak

Hingga pada tahun 2012 Harris menyampaikan pidato yang berkesan di Konvensi Nasional Partai Demokrat, mengangkat profil nasionalnya.

Di tahun 2014 Harris menikah dengan pengacara Douglas Emhoff. Secara luas Harris dianggap sebagai ‘bintang yang sedang naik daun’ dalam partai tersebut. Harris kemudian direkrut untuk mencalonkan diri untuk kursi Senat AS.

Pada awal 2015 Harris mengumumkan pencalonannya, dan dalam kampanyenya dia menyerukan reformasi imigrasi dan peradilan pidana, kenaikan upah minimum, dan perlindungan hak reproduksi perempuan. Dia dengan mudah memenangkan Pemilu Senat 2016.

Setelah menjabat pada Januari 2017, Kamala mulai bertugas di Komite Seleksi Intelijen dan Komite Kehakiman.

Harris menjadi terkenal karena gaya penuntutannya dalam menanyai saksi selama persidangan, yang juga menuai kritik — dan sesekali interupsi — dari senator Republik.

Pada Juni 2017 Harris menarik perhatian ketika menginterogasi Jaksa Agung AS Jeff Sessions, yang bersaksi di depan komite intelijen tentang dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden 2016.

Harris pernah bertarung memperebutkan kursi capres AS dari Partai Demokrat. Kemudian setelah mundur dari konvensi Demokrat, Harris langsung mendukung Biden. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Dalam Pidato Pertamanya, Joe Biden Ajak Warga AS "Sembuhkan Diri"

Ming Nov 8 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Joe Biden pada Sabtu (7/11/2020) menyampaikan pidato pertamanya sebagai presiden terpilih Amerika Serikat, bahkan ketika sang petahana Presiden Donald Trump menolak mengakui kekalahan pada hasil pilpres 2020 yang berlangsung ketat. Biden menyatakan saat ini adalah waktu bagi Amerika untuk “menyembuhkan diri”. “Saya berjanji akan menjadi presiden yang […]