Search
Close this search box.

Kampung Nelayan Sultan di Pati, Rumah Mewah Berjejer di Gang Sempit

Ilustrasi. /visi.news/artificial intellegence

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Sebuah perkampungan nelayan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mendadak mencuri perhatian publik. Desa Bendar disebut-sebut sebagai salah satu kampung nelayan terkaya, bahkan dijuluki “desa sultan”, karena deretan rumah mewah bernilai miliaran rupiah berdiri rapat meski berada di gang-gang sempit.

Fenomena ini diungkap langsung oleh konten kreator Kang Hakim saat berkeliling desa tersebut. Ia mendapati hampir seluruh rumah warga memiliki dua hingga tiga lantai dengan desain modern, layaknya perumahan elit di kota besar. Padahal, desa ini berada di wilayah pesisir dan jauh dari pusat kota.

Mayoritas warga Desa Bendar berprofesi sebagai nelayan laut lepas. Namun bukan nelayan kecil, melainkan awak kapal (ABK), pemilik kapal, hingga tengkulak ikan berskala besar. Aktivitas melaut mereka bisa mencapai 40 hari nonstop di tengah samudra dengan hasil tangkapan puluhan ton ikan sekali berlayar.

Salah satu warga, Andi, mengungkapkan bahwa dalam satu kali melaut, kapal bisa menghasilkan 60 hingga 80 ton ikan. Jika dikonversi ke rupiah, hasil bersihnya bisa mencapai Rp400 juta per perjalanan. Tak heran jika para pemilik kapal mampu membangun rumah-rumah megah dan mengoleksi banyak aset.

Bahkan untuk ukuran ABK, sistem bagi hasil yang diterapkan terbilang menggiurkan. Dalam satu kali pelayaran, seorang ABK bisa mengantongi belasan hingga puluhan juta rupiah bersih. Angka tersebut jauh di atas rata-rata penghasilan pekerja formal di perkotaan.

Warga setempat menyebut sekitar 70 hingga 80 persen rumah di desa tersebut tergolong mewah. Menariknya, banyak dari pemilik harta besar justru memilih hidup sederhana dan menginvestasikan pendapatan mereka ke aset produktif, seperti kapal dan usaha perikanan, bukan gaya hidup konsumtif.

Baca Juga :  Bandung Bidik Sport Tourism sebagai Jalan Keluar Krisis Ekonomi Industri Olahraga

Sosok yang disebut paling kaya di desa ini adalah seorang pengusaha kapal bernama Suwito. Ia dikabarkan memiliki puluhan kapal dengan potensi pendapatan miliaran rupiah setiap bulan. Meski demikian, rumah pribadinya justru disebut sederhana dibandingkan rumah-rumah megah milik kerabatnya.

Di balik kemewahan itu, tersimpan kisah perjuangan dan risiko besar. Para nelayan harus bertaruh nyawa menghadapi badai, gelombang tinggi, hingga bahaya di laut lepas. Tak sedikit yang berangkat melaut dan tak pernah kembali, meninggalkan duka bagi keluarga.

Keunikan lainnya, rumah-rumah paling mewah justru tersembunyi di gang kecil, sementara rumah di jalan utama terlihat lebih biasa. Hal ini menjadi ciri khas Desa Bendar yang membuat siapa pun terkejut saat masuk lebih dalam ke perkampungan.

Desa Bendar kini menjadi bukti bahwa sektor perikanan, jika dikelola serius dan profesional, mampu menghadirkan kesejahteraan luar biasa. Dari laut lepas, lahir para “sultan nelayan” yang membangun kampung elit di pelosok pesisir Jawa Tengah.

@uli

Baca Berita Menarik Lainnya :