Kang DS Gelontorkan Rp 17,6 Miliar untuk Program PSPKB 176 RW di 10 Kelurahan

Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BALEENDAH – Bupati Bandung Dadang Supriatna bersama sejumlah OPD Menghadiri Rembug Bedas di tiga kelurahan di Kecamatan Baleendah, yaitu Jelekong, Wargamekar, dan Manggahang. Sabtu (9/12/2023).

Dalam kesempatan ini, Bupati membahas masalah infrastruktur, ekonomi, dan sosial. Bupati juga akan menyerahkan bantuan berupa alat-alat olahraga, peralatan usaha, dan paket sembako kepada warga.

Masih di hari yang sama, Bupati Bandung didampingi Bunda Bedas Emma Dety Dadang Supriatna yang akan melanjutkan kegiatan serupa di Kelurahan Wargamekar (Rembug Bedas ke-69) dan Kelurahan Manggahang (Rembug Bedas ke-70) Kecamatan Baleendah.

Pelaksanaan Rembug Bedas tersebut turut dihadiri para Ketua RT, RW, kader PKK, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan, guru ngaji, dan berbagai stakeholder. Bupati Bandung didampingi Camat Baleendah Eef Syarif Hidayatullah turut menyerahkan bantuan kepada warga penerima manfaat dalam program penanganan stunting dan warga miskin ekstrem. Selain itu, pihaknya menyerahkan pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan kepada pelaku usaha dan lainnya.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengaku bahagia bisa silaturahmi langsung dengan berbagai stakeholder yang hadir pada pelaksanaan Rembug Bedas tersebut.

“Di Kecamatan Baleendah, baru dua kelurahan mengadakan kegiatan Rembug Bedas, yaitu Kelurahan Baleendah dan Kelurahan Andir. Sekarang tiga kelurahan, yaitu Kelurahan Jelekong, Kelurahan Wargameka dan Kelurahan Manggang dari 10 kelurahan di Kabupaten Bandung,” kata Bupati Bandung.

Di lingkungan kelurahan itu, baru pertama kali para stakeholder bertemu Bupati Bandung dalam giat Rembug Bedas.
Dadang Supriatna sempat membahas anggaran kelurahan dan desa sangat jomplang perbedaaannya, sehingga ia sempat mengadakan rapat dengan Asisten, Kabag Tapem dan pihak lainnya di lingkungan Pemkab Bandung.

“Dengan harapan anggaran yang digulirkan ke desa dan kelurahan dapat keberpihakan dan berkeadilan,” kata Bupati Bandung.

Baca Juga :  DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung Rampungkan Kepengurusan PAC

Untuk mewujudkan keberpihakan dan berkeadilan itu, Bupati Bedas menggulirkan Program Sinergitas Pembangunan Kelurahan Bedas (PSPKB). Dengan dasar hukum Peraturan Bupati Bandung Nomor 249 tahun 2023 tentang Pelaksanaan PSPKB.

“Melalui program inovasi PSPKB ini, ditetapkan per RW sebesar Rp.100 juta di 10 kelurahan di Kabupaten Bandung,” kata Bupati Dadang Supriatna.

Kang DS, sapaan akrab Bupati Bandung ini mengatakan bahwa program PSPKB ini diserahkan kepada masyarakat di masing-masing RW di kelurahan. Menurutnya, program PSPKB ini dengan anggaran Rp 17,6 miliar untuk 176 RW di 10 kelurahan di Kabupaten Bandung.

“Apakah teknisnya nanti dibagi rata di setiap RT, silahkan. PSPKB ini untuk insentif RT, RW, pembagunan sapras, pemberdayaan masyarakat dan lainnya. Dalam pelaksanannya melalui musyawarah kelurahan yang ada di masing-masing kelurahan. Setiap kelurahan juga dapat mobil pelayanan,” tutur Bupati Bedas.

Di hadapan para stakeholder, Kang DS yang juga Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung menyebutkan bahwa pada tahun 2024, setiap Ketua RT, RW, kader PKK, LPM diberikan BPJS Ketenagakerjaan.

Ia mengungkapkan bahwa dalam pelaksanaan Rembug Bedas ini dalam rangka menjalin silaturahmi dengan masyarakat di Kabupaten Bandung yang meliputi 4.305 RW dan 17.791 RT.

“Pemimpin hadir di tengah-tengah masyarakat. Lurah juga harus hadir di masing-masing rumah warga, karena Lurah pelayan masyarakat. Sehingga lurah harus terjun ke lapangan,” katanya.
Bupati Bandung juga turut mendorong peningkatan pembangunan jalan maupun jalan gang. “Jangan sampai masih ada jalan tanah di kelurahan. Ayo kita bebenah,” katanya.

Pada kesempatan itu, Bupati Bandung menyampaikan 13 program prioritas, di antaanya insentif guru ngaji, kartu tani Sibedas, pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan, Besti (Beasiswa ti Bupati) dan program prioritas lainnya.
Sejumlah warga juga turut menyampaikan aspirasinya kepada Bupati Bandung.

Baca Juga :  TELAAH: Bolehkah Menutup Mata Saat Salat Agar Lebih Khusyuk?

@gvr

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Indonesia Tekankan Tiga Elemen Utama Kolaborasi Ekonomi Digital Antarnegara

Sab Des 9 , 2023
Silahkan bagikanVISI.NEWS | BANDUNG – Prinsip inklusivitas menjadi kunci agar kemajuan pesat ekonomi digital mampu mengantisipasi permasalahan baru dan mempersempit jurang kesenjangan yang ada. Pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) generatif misalnya, mampu memberikan nilai tambah hingga USD4,4 Triliun. Tentu saja, nilai tambah itu akan terwujud untuk ekonomi […]