Kang DS: Saya Tidak Akan Memberikan Janji Tapi Bukti

Editor :
H. Dadang Supriatna dengan Sharul Gumawan, Calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung./visi.news/ki agus.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS — Calon Bupati Bandung dan Wakil Bupati tahun 2020 Dadang Supriatna (Kang DS) dan Sahrul Gunawan yang diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), NasDem dan Demokrat, tidak akan memberikan janji melainkan bukti, karena janji itu hanya sebatas kata yang kadang bisa lupa atau diingkari, tapi kerja nyata dalam satu kesatuan dengan masyarakat akan menjadi bukti, bahwa dirinya berkomitmen untuk membangun Kabupaten Bandung secara signifikan melalui pengabdian.

Kang DS mengaku bukan yang terbaik, tapi dia akan berusaha untuk bisa menjadi baik. Karena sebuah pembangunan tanpa ada pendampingan dengan masyarakat bisa mengakibatkan ketidaksesuaian dalam penerapan hukum tata ruang. Hal itu jelas harus dibenahi secepatnya agar kelestarian lingkungan bisa terjaga.

“Untuk bekerja membenahi permasalahan tersebut jelas tidak bisa dilakukan secara individual, tapi keterlibatan masyarakat bisa menjadi tolak ukur untuk memulai program pembenahan,” katanya via seluler, Minggu (26/7/2020).

Pengalaman Kang DS dalam pemerintahan sudah dialaminya dengan sebagai Kepala Desa Tegalluar selama beberapa periode, menjadi Ketua KNPI, dan terahir menjadi Anggota DPRD Kabupaten Bandung 2 periode, serta Provinsi Jawa Barat. Demikian juga dengan peningkatan elektabilitas dia selalu turun langsung kelapangan.

Kang DS tak biasa mewadahi aspirasi masyarakat tanpa mendengar dan melihat langsung, hal itu menurutnya guna menghindari miss komunikasi antar pihak. Dia selalu siap sedia datang ke lokasi dan mendengarkan setiap keluhan, selanjutnya secara bersama-sama mencari solusinya.

“Untuk itu saya tak mau memberikan janji manis, tapi saya akan memberikan bukti nyata kalau saya bekerja untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Menang dan kalah dalam setiap kompetisi itu, dikemukakannya, adalah hal yang wajar dan biasa. Dia tak menuntut masyarakat untuk memilihnya karena itu merupakan haknya. Tapi dia optimis masyarakat bisa melihat siapa yang bisa mengikat kebersamaan dan menjalin kekeluargaan akan menjadi yang terpilih.

Baca Juga :  HIDAYAH: Kisah Seorang Mualaf Prancis yang Tersentuh Alquran (1)

Ditambahkan Kang DS, di masa pandemi ini memang ada kerawanan dalam demokrasi disebabkan munculnya ketergantungan masyarakat akan kebutuhan pokoknya. Dan itu bisa dimanfaatkan oleh yang lainnya untuk memperoleh simpati masyarakat dengan bantuan sosial.

Namun ditegaskannya, masyarakat Kabupaten Bandung ingin menuju perubahan melalui peningkatan perekonomian agar kehidupannya bisa cukup sandang papan. “Makanya saya tidak mau berjanji kepada masyarakat, tapi masyarakat bisa melihat kesungguhan saya untuk melayani masyarakat melalui pengabdian dan kerja nyata,” pungkasnya. @qia.

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Hagia Sophia: Salat Jumat Pertama Setelah 86 Tahun (2): Filosofi di Balik Khatib Khutbah Bawa Pedang

Ming Jul 26 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Pada pelaksanaan salat jumat perdana di Hagia Sophia, Kota Istanbul, Turki pada Jumat (24/7), setelah terakhir kali dilakukan pada 86 tahun lalu gara-gara bangunan bersejarah tersebut diubah menjadi museum oleh Mustafa Kemal Ataturk, ada pemandangan menarik yang luput perhatian dari masyarakat. Itu setelah Kepala Otoritas Agama (Presiden […]