Kang Emil, “Eril terus memberikan rasa bahagia, dan bangga untuk keluarga besarnya”

Editor Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Ustadz Wijayanto membuat vlog seusai acara di Mesjid Al Jabar, Jalan Cimencrang, Minggu (9/4/2023). /visi.news/bambang melga suprayogi
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengucapkan rasa syukurnya bahwa berita yang datang pada dirinya beberapa hari lalu terkait anaknya Emmeril Kahn Mumtaz atau Eril yang telah tiada. Ternyata oleh ITB mendapat penganugrahan dengan di wisuda, dan berhak memperoleh gelar sarjana tehniknya.

Eril secara resmi telah diwisuda di Institut Teknologi Bandung (ITB), pada Sabtu, 8 April 2023. Momen bahagia itu disampaikan oleh Ridwan Kamil pada acara acara kajian dan talk show, Ramadan, #BergerakBersamaLebihBermakna, yang menghadirkan Ustadz Wijayanto didukung Paragon Corp di Mesjid Al Jabar, Jalan Cimencrang No. 14 Gedebage Bandung, Minggu (9/4/2023),

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu datang secara langsung ke acara wisuda tersebut untuk mengambil ijazah sang buah hati, Eril.

“Ini merupakan berita antara rasa gembira dan rasa sedih serta haru, bahwa setelah ketiadaannya pun, Eril terus memberikan rasa bahagia, dan bangga yang bisa ia tunjukan untuk keluarga besarnya,” ujarnya.

Kepada jemaah yang kebanyakan dari majelis taklim Insan Kamil, dan LVRI, Forkopimda, para Kepala OPD, para sesepuh Jabar, pengurus masjid, serta anak-anak yatim-piatu penerima santunan.

Ia minta doanya buat Eril dan juga buat semua yang sakit agar mendapat kesembuhannya. “Dan semoga ibu bapa memiliki anak yang saleh dan membanggakan kedua orang tua, dan memiliki aklak yang baik, saleh saleha, dan negeri ini pun menjadi negeri baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur, sehingga kita semangat menjadi orang yang baik, suci, dan mendapat keberkahan pada bulan Ramadan ini,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan rasa syukurnya, bahwa masyarakat Jawa Barat telah memiliki masjid Raya yang dibangun selama 7 tahun, yang sebelumnya hanya nebeng ke masjid Raya di Kota Bandung.

Baca Juga :  Genjot P3DN, Menperin Pimpin Implementasi Belanja Produk Dalam Negeri

Masjid Raya Al Jabar ini menurut Ridwan Kamil adalah masjid yang ramah lingkungan, dan untuk itu harus dipelihara oleh semuanya.

Dua Ulama Palestina

Pada kesempatan yang sama Ridwan Kamil menyampaikan  bahwa ada dua orang ulama yang hadir di tengah jamaah, yakni ulama dari Palestina.

Ahlan wa Sahlan,” ucap Ridwan Kamil menyambut kedatangan dua ulama dari Palestina tersebut.

Pesan Ridwan Kamil selama Palestina belum merdeka, kita harus berjuang untuk membantu Palestina bisa dengan doa, dan sedekah. “Tahun 2012 saya kedatangan rombongan dari Palestina, dimana saat itu terjadi pemboman masjid Palestina oleh Israel. Kemudian mereka meminta tolong untuk didesainkan gambar masjid yang akan di buat kembali, dan terkumpul uang Rp. 20 miliar pada waktu itu. Desain masjidnya berbentuk bulan sabit, yang melambangkan adanya hubungan habluminalloh, dan habluminnanas, walaupun saya belum ke Palestina, tapi masjidnya sudah berdiri di sana,” ungkapnya.

Hudhurul qalbi

Sementara Ustad Wijayanto seperti biasa mengawali ceramahnya dengan sangat kocak. Ia membuka ceramah dengan mengecek pendengaran para jamaah, yang mayoritas ibu-ibu pengajian. “Apakah ibu-ibu setuju dengan poligami?”. Yang di jawab serempak oleh ibu-ibu, “Tidaaaaaak!. “

“Jadi terdengar jelas jika begitu suara saya yaa,” ujar Ustadz Wijayanto sambil tersenyum.

Dalam sesi ceramahnya, Ustadz Wijayanto menerangkan tentang Hudhurul qalbi (hadirnya hati), yaitu mengosongkan hati dari segala macam duniawi dalam praktek salat kita.

Karena yang paling sulit, katanya, menghadirkan hati dalam ibadah. “Ada dua kata Nabi untuk menghadirkan hati, pertama, jangan menahan lapar saat salat, dan jangan sampai mau salat menahan kentut”.

Bulan terbaik, katanya, bulan Ramadan, dan ini dipersiapkan oleh para sahabat enam bulan sebelumnya. Mereka menyiapkan ruhani untuk mengendalikan nafsu.

Baca Juga :  Gempa Tiga Kali Guncang Sumedang, Ini Penjelasan BMKG

Ustadz Wijayanto mengingatkan bahwa salat itu bisa mendatangkan lima hal, dan di masjid itu penuh berkah, maka banyaknya berkah, adanya di masjid bukan di tempat hiburan.

Keberhasilan Ramadan adalah jika:
Berbuat baik kepada Allah jangan ada syirik, berbuat baik pada orang tua, menghormati karib dan kerabat, mencintai anak-anak yatim, mencintai orang-orang miskin, tetangga dekat, tetangga jauh, teman sejawat, ibnu syabil  dan hamba sahaya.

Lima amalan yang harus di luangkan yakni waktu untuk Tuhannya, menyiapkan waktu untuk mendekatkan diri pada Sang Pencipta, ada waktu untuk pasangan, adanya waktu kebersamaan dalam keluarga, memiliki waktu untuk kegiatan sosial, adanya waktu untuk belajar agama agar lebih menambah ilmu.

“Gagal puasa kita, kalo di bulan Ramadan ini, kita malah tidak menjadi baik,” pungkasnya

Sebelum beranjak pergi, Ustad Wijayanto bersama Gubernur Ridwan Kamil melakukan vlog untuk konten media sosialnya, yang mengajak umat muslim bisa berdonasi buat anak-anak panti asuhan yang ia bina.

@bambang melga suprayogi

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Tim BPBD Kabupaten Bojonegoro Evakusai Korban Tenggelam di Sungai Bengawan Solo

Sen Apr 10 , 2023
Silahkan bagikanVISI.NEWS | BOJONEGORO – Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro mengevakuasi warga yang diduga korban tenggelam di sungai Bengawan Solo. Saat ditemukan, korban dalam kondisi telah meninggal dunia. Kepala BPBD Ardhian Orianto menyampaikan bahwa korban bernama Kusen (73) dari Desa Mojorejo Kecamatan Ngraho. Sebelumnya, korban yang juga […]