VISI.NEWS | BANDUNG – Token Shiba Inu (SHIB) terus mempertahankan eksistensinya di tengah fluktuasi pasar kripto global. Berdasarkan data dari Coingecko.com per 22 Juni 2025, kapitalisasi pasar SHIB tercatat sebesar Rp 99,54 triliun dengan nilai terdilusi penuh mencapai Rp 99,58 triliun. Volume perdagangan dalam 24 jam terakhir mencapai Rp 4,36 triliun, menunjukkan bahwa antusiasme terhadap token ini masih cukup tinggi, meski pasar kripto secara umum berada dalam fase konsolidasi.
SHIB merupakan token ERC-20 yang menjadi bagian utama dari ekosistem Shiba Inu, sebuah proyek berbasis komunitas yang lahir pada akhir tahun 2020. Token ini tidak memiliki suplai maksimum yang jelas, namun hingga kini tercatat suplai beredar mencapai 589,24 triliun SHIB. Besarnya suplai yang beredar sering menjadi perdebatan di kalangan analis karena berpotensi menekan harga token, namun juga menjadi daya tarik tersendiri bagi investor ritel yang melihatnya sebagai aset murah dengan potensi keuntungan tinggi.
Sejak awal kemunculannya, SHIB telah berkembang menjadi lebih dari sekadar “meme coin”. Proyek ini telah menciptakan berbagai produk dalam ekosistemnya, seperti ShibaSwap (platform DeFi), Shiboshis (NFT), dan pengembangan layer-2 blockchain yang dinamakan Shibarium. Keberadaan Total Value Locked (TVL) sebesar Rp 90 juta-an di dalam ekosistemnya memang belum signifikan, namun menjadi indikator awal adanya aktivitas keuangan terdesentralisasi yang mulai tumbuh.
Salah satu kekuatan utama SHIB terletak pada komunitasnya. Komunitas Shiba Army tersebar luas secara global dan aktif mendukung pengembangan proyek serta adopsi penggunaan SHIB di berbagai platform pembayaran. Bahkan, SHIB kini diterima sebagai alat pembayaran di ratusan merchant baik secara langsung maupun melalui gateway pihak ketiga seperti BitPay. Ini memberikan utilitas nyata yang jarang dimiliki oleh token-token sejenis.
Dari sisi teknikal, harga SHIB dalam beberapa pekan terakhir mengalami pergerakan sideways, mencerminkan ketidakpastian pasar secara umum. Namun, beberapa analis memperkirakan bahwa bila pasar kripto global kembali bullish, SHIB memiliki potensi untuk mengalami lonjakan harga signifikan, didukung oleh faktor psikologis komunitas dan ekspektasi pada pengembangan ekosistemnya, terutama Shibarium.
Prospek ke depan SHIB sangat bergantung pada dua faktor utama: keberhasilan pengembangan teknologinya dan kemampuan tim di balik proyek untuk terus menjalin kemitraan strategis. Jika keduanya dapat dijalankan dengan konsisten, maka SHIB tidak hanya akan bertahan sebagai “meme coin” semata, tetapi bisa menjadi aset digital yang relevan dalam ekosistem Web3 yang lebih luas.
Meski demikian, investor perlu menyadari bahwa volatilitas tinggi masih menjadi karakter utama pasar kripto, termasuk SHIB. Oleh karena itu, informasi ini hanya bertujuan sebagai referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan. Sebaiknya investor tetap melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi dalam aset digital seperti SHIB.
Dengan kapitalisasi pasar hampir menyentuh Rp 100 triliun, Shiba Inu masih menunjukkan daya tarik luar biasa sebagai proyek berbasis komunitas. Kombinasi antara inovasi teknologi, dukungan komunitas yang kuat, dan adopsi global menjadi fondasi utama yang dapat membawa SHIB terus melaju dalam jangka panjang.
@uli