Kapolres Garut Sambangi dan Santuni Warga Terdampak Covid-19

Kapolres Garut AKBP Dede Yudi Ferdiansyah, menyambangi dan memberikan bantuan kepada keluarga terdampak Covid-19)./visi.news/zaahwan aries
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Kapolres Garut, AKBP Dede Yudi Ferdiansyah bersama rombongan, menyambangi dan memberikan santunan kepada warga kurang mampu yang terdampak Covid-19.

Salah satunya keluarga yang tinggal di Kampung Sukaregang, Jalan Gagak Lumayung RT 05/RW 16 Kelurahan Kotawetan, Kecamatan Garutkota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang kesulitan mengobati dua orang anaknya yang sakit.

Plh. Kasubbag Humas Polres Garut, Ipda Muslih Hidayat menyebutkan, sebelumnya Kapolres mendapat informasi ada warga yang mengalami kesulitan ekonomi bernama Umi Siti Kulsum, pedagang makanan di sekolah.

“Bu Umi ini mengandalkam penghasilan dari berjualan makanan di sebuah sekolah. Akibat pandemi Covid-19, kegiatan sekolah diliburkan,” ujar Muslih, Minggu (26/7).

Sedangkan suaminya, tutur Muslih, hanya mengandalkan penghasilan sebagai buruh serabutan. Kondisi ini tak bisa diandalkan.

Menurut Muslih, kondisi perekonomian keluarga Umi Siti Kulsum lebih memprihatinkan lagi karena kedua anaknya dalam kondisi sakit.

“Anak pertamanya, Ihsan Cahyadi (10), terkena penyakit radang kulit pada kaki. Anak keduanya, Azfa Maulid (2,5) terkena penyakit Infeksi paru-paru diare akut sehingga selalu buang air berdarah,” tutur Muslih.

Alasan itulah yang membuat Kapolres, tambah Muslih, tergerak untuk memberikan bantuan kemanusian kepada keluarga Umi Kulsum. Bantuan tersebut berupa beras sebanyak 50 kiligram, 5 dus paket sembako, dan uang tunai.

Muslih berharap, bantuan yang diberikan Kapolres bisa meringankan beban keluarga Umi Siti Kulsum. @zhr

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Tragédi Mahugi (1)

Sen Jul 27 , 2020
Jangan Lupa BagikanRékacipta Féndy Sy Citrawarga   “AYEUNA téh poé Senén, aya kutu dina baki. Mun urang loba ngahénén, nya tangtu saeutik rijki.” “Beu, éta si Diran geus ngararisan sisindiran tanpa paidin.” “Idin ti saja Ujin?” “Nya idin ti uing atuh Darsép pan sasari gé sok uing heula nu ngabalakan […]