VISI.NEWS – Kapolres Tasikmalaya, AKBP Anom Karibianto meninjau sekaligus meresmikan Kampung Tangguh di Kampung Sadalewih, Desa Puteran, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (18/6).
Dalam kesempatan itu turut hadir jajaran Muspika Pagerageung, para kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, kelompok wanita tani, dan masyarakat sekitar.
AKBP Anom Karibianto dan rombongan tiba di lokasi pukul 10.)) WIB. Sebelum masuk lokasi Kampung Tangguh, dilakukan pemeriksaan suhu tubuh terhadap diri kapolres dan rombongan.
Juga disampaikan imbauan penerapan protokol kesehatan yang dilakukan oleh Satgas Covid-19 setempat.
Setelah dilakukan pemeriksaan protokol kesehatan kepada kapolres dan rombongan, dilanjutkan dengan peninjauan Kampung Tangguh.
Pada kesempatan itu, kapolres beserta rombongan menyaksikan langsung budi daya ikan, pembibitan pohon singkong, durian, serta beragam jenis tanaman sayuran dan tanaman yang lainnya.
Di akhir acara Kapolres AKBP Anom Karibianto beserta rombongan menyerahkan santunan bagi orang tua jompo dan anak yatim piatu.
Dalam sambutannya, Kapolres Anom Karibianto, mengatakan pandemi Covid-19 telah membawa dampak di semua sektor, tak terkecuali usaha dan penyediaan pangan.
Kapolres berharap, wabah pandemi yang telah membawa dampak negatif terhadap beragam kehidupan ini, segera berakhir.
“Kampung Tangguh ini merupakan program Kapolri dengan tema Bhayangkara, di mana harus tercipta Kamtibmas Kondusif dan Masyarakat Produktif,” ucapnya.
Ditambahkan Anom, dasar program itulah pihaknya membentuk Kampung Tangguh di seluruh kecamatan wilayah Polres Tasikmalaya, termasuk Sadalewih ini.
Dijelaskan Anom, sesuai dengan namanya Kampung Tangguh, diharapkan masyarakat bisa ikut andil dan produktif memanfaatkan sumber daya secara maksimal.
“Seperti di Kampung Sadalewih yang mampu memanfaatkan potensi pertanian, perkebunan, perikanan, dan lainnya untuk ketahanan pangan,” jelasnya.
Dengan pendampingan yang dilakukan oleh Polri dan TNI ini, kata Anom, masyarakat diharapkan bisa tumbuh dan berkembang dalam pemanfaatan lahan untuk ketahanan pangan.
“Ini jelas sesuai dengan tema Bayangkara, yakni Kamtibmas kondusif dan masyarakat produktif memanfaatkan keterbatasan lahan,” tandasnya.
Sementara itu Camat Pagerageung, Uwem Sulaeman mengatakan, meski saat ini dalam situasi transisi Covid-19, pihaknya mencatat dari 2.000 orang yang datang dari luar kota dan datang ke wilayahnya, tidak ditemukan kasus yang terpapar.
Kendati demikian, pihaknya berharap masyarakat tetap waspada dan melaksanakan protokol kesehatan terkait pelaksanaan new normal.
“Kampung Tangguh ini betul-betul komplet, selain dari ketahanan pangannya, didukung pula ternaknya seperti ikan, ayam petelur, juga tersebarnya UKM (usaha kecil menengah) dengan produksi olahan pangan,” tandasnya. @akr