Search
Close this search box.

Kartu Merah Mengubah Segalanya: Dortmund Runtuh di London, Tottenham Tak Terbendung

Pemain Tottenham Hotspur merayakan kemenangan 2-0 atas Borussia Dortmund di Tottenham Hotspur Stadium, London, Rabu (21/1/2026) dini hari WIB./source:instagram@spursofficial.

Bagikan :

VISI.NEWS|BANDUNG -Malam di Tottenham Hotspur Stadium berubah menjadi tragedi bagi Borussia Dortmund. Harapan membawa pulang poin dari London pupus setelah Die Schwarzgelben harus bermain dengan 10 orang sejak pertengahan babak pertama dan akhirnya tumbang 0-2 dari Tottenham Hotspur pada fase liga Liga Champions 2025/2026, Rabu (21/1/2026) dini hari WIB.

Pertandingan berjalan ketat di awal laga, namun satu momen krusial mengubah arah permainan. Kartu merah langsung yang diterima Daniel Svensson pada menit ke-26 membuat Dortmund kehilangan keseimbangan dan membuka jalan bagi dominasi penuh Tottenham.

Sebelum kartu merah tersebut, Spurs sudah unggul lebih dulu. Gol pembuka tercipta pada menit ke-14 ketika Cristian Romero memaksimalkan umpan mendatar Wilson Odobert. Gol ini menjadi awal tekanan tanpa henti dari tuan rumah.

“Kami memulai pertandingan dengan sangat baik dan agresif,” kata pelatih Tottenham, Thomas Frank.
“Kami memanfaatkan momentum dan para pemain menjalankan rencana permainan dengan disiplin,” ujarnya.

Unggul jumlah pemain, Tottenham semakin leluasa mengontrol tempo. Serangan dari kedua sisi lapangan terus menggerus pertahanan Dortmund yang dipaksa bekerja ekstra. Keunggulan Spurs bertambah menjelang turun minum melalui Dominic Solanke, yang menuntaskan umpan Odobert meski sempat mengenai tiang gawang.

Babak kedua menjadi upaya Dortmund untuk bertahan dari kerusakan yang lebih besar. Pelatih Niko Kovac melakukan perubahan sejak awal paruh kedua, dan timnya sempat menciptakan beberapa peluang dari bola mati maupun situasi terbuka. Namun efektivitas tetap menjadi masalah.

“Kartu merah itu menghancurkan rencana kami,” kata Niko Kovac.
“Bermain dengan sepuluh pemain di stadion ini sangat sulit, tetapi kami tetap mencoba bertahan dan mencari peluang,” ucapnya.

Tottenham juga sempat kehilangan Lucas Bergvall karena cedera, namun momen tersebut justru mencatatkan sejarah. Pemain berusia 17 tahun, Jun’ai Byfield, masuk sebagai pengganti dan menjadi pemain termuda Tottenham yang tampil di Liga Champions.

Baca Juga :  Di Markas PBB, Indonesia Pertegas Diplomasi Dua Negara; Guterres Dorong Peran Konstruktif di Board of Peace

Di sisa laga, Spurs memilih mengontrol permainan tanpa mengambil risiko berlebih. Dortmund mencoba memanfaatkan bola mati dan duel udara, tetapi penyelesaian akhir yang kurang akurat membuat mereka gagal memperkecil ketertinggalan.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-0 tetap bertahan. Kemenangan ini memastikan Tottenham menjaga rekor kandang sempurna di Liga Champions musim ini dan naik ke posisi lima klasemen sementara fase liga. Sebaliknya, kekalahan ini mengakhiri tujuh laga tak terkalahkan Borussia Dortmund di semua kompetisi dan menjadi pengingat betapa mahalnya satu kesalahan disiplin di panggung Eropa.@fajar

Baca Berita Menarik Lainnya :