Kasus BTS Meal, Pemerintah Dinilai Tak Konsisten Beri Sanksi

Editor :
Pengemudi ojek daring memadati gerai McDonald’s Raden Saleh di Jakarta saat mengantre mengambil pesanan BTS Meal, Rabu (9/6/2021)./antara foto/galih pradipta/ist.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menilai pemerintah tak pernah konsisten memberikan sanksi kepada setiap pelanggaran protokol kesehatan di tengah pandemi
Covid-19 .

Pernyataan Budi sekaligus merespons kerumunan di sejumlah gerai McDonald’s (McD) di wilayah Jabodetabek karena paket BTS Meal . Dicky menilai kasus tersebut terjadi karena sejumlah sektor pemerintah tak bersinergi dengan baik.

“Yang namanya pelonggaran usaha ini harus disertai adanya aturan. Dan kalau ada pelanggaran terhadap aturan itu harus ada sanksi. Ini yang di Indonesia ini tidak konsisten,” kata Dicky, Rabu (9/6/2021) seperti dilansir CNNIndonesia.com.

Dicky mengkritik sikap pemerintah banyak membuat aturan, namun minim implementasi. Dalam kasus kerumunan BTS Meal, katanya, pemerintah atau pengelola usaha mestinya bisa tetap waspada.

Ia heran, karena kasus tersebut justru terjadi setelah lebih dari setahun pemerintah menangani pandemi. Padahal, di saat yang bersamaan, masyarakat tengah dihadapkan pada potensi lonjakan kasus buntut libur Lebaran.

“Sekali lagi kita dalam situasi yang lagi serius. Menghadapi awal Juli dan akhir Juni ini. Ditambah masalahnya kalau bicara, iklim dunia usaha yang seperti ini sedang menurun ini akan merugikan mereka sendiri,” katanya.

Dicky menilai, pemerintah dan setiap usaha yang diberi izin atau pelonggaran mestinya bisa menjalankan komitmen pedoman penetapan protokol kesehatan. Sebab menurutnya, pengendalian pandemi juga bergantung besar pada dunia usaha.

“Nah, hal seperti ini harus dijadikan satu pemahaman yang melekat ketika izin usaha di situasi pandemi ini, atau prlonggaran usaha dalam situasi ini diberikan oleh pemerintah daerah,” katanya.

Paket BTS Meal diketahui telah memicu kerumunan di sejumlah gerai McD di kota-kota besar. Penelusuran
CNNIndonesia.com di media sosial, kerumunan antara lain terjadi di MCD Prapatan Duren, Tangerang Selatan. Gerai tersebut akhirnya didatangi Satpol PP, Polisi, dan TNI, Rabu (9/6).

Baca Juga :  Disuruh Maju oleh Almarhumah Istrinya, A Iwan yang Kepala Bappeda Tasikmalaya Rela Mundur dari ASN

Akibat kasus itu, tim satgas Covid-19 di setiap daerah telah menjatuhkan sanksi beragam kepada sejumlah gerai. Sanksi mulai penutupan sementara hingga denda uang. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Enam Tim Besar Liga Inggris akan Didenda karena Liga Super Eropa

Kam Jun 10 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Manchester United, Manchester City, Liverpool, Arsenal, Chelsea dan Tottenham Hotspur akan dikenai sanksi denda oleh Liga Premier atas keputusan bergabung dengan Liga Super Eropa sekalipun dalam hitungan hari setelah mengumumkan liga sempalan itu keenam klub menyatakan mundur, lapor Daily Mail, Selasa (8/6/2021), dilansir Antara. Keenam klub Liga […]