Kasus Covid-19 di Kab. Bandung, Cileunyi Tertinggi Rancabali Sepi

Jajaran Muspika Cileunyi membagikan masker gratis, operasi yustisi, dan menghukum pelanggar protokol kesehatan./visi.news/istimewa.
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Hingga Sabtu (19/9), di wilayah Kabupaten Bandung, Kecamatan Cileunyi, tertinggi dalam penyebaran virus corona alias Covid -19.

Untuk menekan atau memutus mata rantai Covid-19 di wilayah Cileunyi, jajaran Muspika Cileunyi dengan dinas dan instansi terkait gencar melakukan pengawasan protokol kesehatan.

Selain pengawasan ketat terhadap protokol kesehatan, jajaran muspika pun melakukan berbagai langkah. Di antaranya membagikan masker gratis, imbauan, swab test bagi aparat muspika, dan melakukan operasi yustisi di sejumlah titik.

Camat Cileunyi, Solihin, Kapolsek Cileunyi, Kompol Sururi, dan Danramil Cileunyi, Kapten (Arm) Nixon Bestafol membenarkan bahwa wilayah Kec. Cileunyi hingga saat ini masih tertinggi dalam penyebaran virus Covid-19 tersebut.

“Untuk memutus mata rantai Covid-19 agar Cileunyi tidak naik trennya atau turun, kami telah berkomitmen untuk mengawasi ketat protokol kesehatan di masyarakat. Selain itu jajaran muspika pun gencar melakukan langkah-langkah. Di antaranya imbauan dan sosialisasi serta operasi yustisi. Termasuk 100 lebih aparat muspika telah di swab test,” terang Sururi.

Menurut Sururi, upaya jajaran Muspika Cileunyi dalam memutus mata rantai Covid-19 yang maksimal ini bisa dibilang sia-sia jika tidak didukung oleh masyarakat.

“Untuk itu, mari kita sama-sama jadi garda terdepan dalam memutus mata rantai Covid-19 ini. Ya bisa dimulai dari kita masing-masing dan keluarga. Apalagi Kec. Cileunyi ini daerah perbatasan Kota Bandung dan Sumedang dan jadi tempat persinggahan atau transit warga daerah,” katanya.

Dikatakan Sururi dalam memutus mata rantai Covid-19 pihaknya terus mengimbau masyarakat Cileunyi tetap acuannya protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

“Tetap 3M (menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan dengan sabun). Tak lupa PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat),” ucap Sururi diiyakan Camat Cileunyi, Solihin, Danramil Cileunyi, Kapten (Arm) Nixon dan Kanit Pol PP Cileunyi, Rosyid.

578 orang positif

Hingga Sabtu (19/9), total kasus konfirmasi atau positif virus corona di Kabupaten Bandung mencapai 578 orang.
Dari angka tersebut, 471 dinyatakan sembuh, 92 dalam proses perawatan, sementara 15 orang lainnya meninggal.

Melansir Prfmnews.id dari keterangan tertulis yang diterimanya, suspek proses berjumlah 57, discarded 2.301, probable 28, dan kontak erat dikarantina berjumlah 184 orang.

Jika dilihat dari peta sebaran, hanya 1 kecamatan yaitu Rancabali yang tanpa kasus corona baik positif maupun suspek di Kabupaten Bandung.

Sementara kecamatan penyumbang tertinggi kasus corona di Kabupaten Bandung adalah Cileunyi dengan 8 kasus positif aktif.

Berikut peta sebaran kasus positif aktif dan suspek Covid-19 di Kabupaten Bandung.

1. Rancabali 0 positif aktif, 0 suspek
2. Pangalengan 1 positif aktif, 3 suspek
3. Pasirjambu 1 positif aktif, 1 suspek
4. Kertasari 1 suspek
5. Cimaung 2 supek
6. Pacet 2 positif aktif, 3 suspek
7. Ibun 1 positif aktif
8. Paseh 5 positif aktif, 2 suspek
9. Majalaya 1 positif aktif, 5 suspek
10. Ciparay 4 positif aktif, 7 suspek
11. Arjasari 4 positif aktif, 7 suspek
12. Banjaran 3 positif aktif, 3 suspek
13. Cangkuang 2 positif aktif
14. Soreang 2 positif aktif, 2 suspek
15. Kutawaringin 2 suspek
16. Katapang 5 positif aktif, 2 suspek
17. Cikancung 2 positif aktif, 1 suspek
18. Margahayu 4 positif aktif
19. Margaasih 4 positif aktif
20. Dayeuhkolot 4 positif aktif, 1 suspek
21. Bojongsoang 3 positif aktif, 3 suspek
22. Baleendah 6 positif aktif, 5 suspek
23. Rancaekek 6 positif aktif, 2 suspek
24. Solokanjeruk 3 positif aktif, 2 suspek
25. Nagreg 1 suspek
26. Cicalengka 4 positif aktif
27. Cileunyi 8 positif aktif
28. Cilengkrang 4 positif aktif
29. Cimenyan 7 positif aktif
30. Ciwidey 1 positif aktif, 2 suspek
31. Pameungpeuk 4 positif aktif, 1 suspek. @yas

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Prof. Muhammad: Status Penyelenggara Pemilu 24 Jam, Bukan Sampai Jam 4 Saja

Sab Sep 19 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Prof. Muhammad mengingatkan bahwa penyelenggara pemilu bukanlah status yang disandang selama jam kerja saja. Menurut Muhammad, status sebagai penyelenggara pemilu harus melekat selama 24 jam. Peringatan ini diungkapkan oleh Muhammad saat menjadi pembicara dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Bawaslu […]