Kasus Kematian Covid -19 Meningkat, Relawan Pemulasaraan Jenazah Inisiatif Membuat Peti Mati

Editor :
Tim pemulasaraan jenazah (petugas kamar mayat) RSUD dr. Soekardjo aat mengerjakan pembuatan peti mati./visi-news.com/ayi kuraesin

Silahkan bagikan

VISI-NEWS.COM – Meningkatnya kasus Covid-19 di Kota Tasikmalaya, berbuntut meningkat juga kasus kematian. Hal tersebut berdampak juga pada kebutuhan dan penyediaan peti mati.

Kondisi ini menggugah para relawan tim pemulasaraan jenazah (petugas kamar mayat) RSUD dr. Soekardjo, Kota Tasikmalaya yang berinisiatif membuat peti mati untuk membantu menutupi kekurangan persediaan peti mati.

Adapun peti mati yang dibuat ada dua jenis, yakni peti mati bagi muslim dan non-muslim.

“Benar, dalam dua pekan ini terjadi peningkatan kasus kematian akibat Covid-19,” kata petugas pemulasaraan RSUD dr. Soekardjo, Kota Tasikmalaya, Dona Darmawan kepada VISI-NEWS.COM di ruang kamar mayat, Minggu (13/12/2020).

Menurutnya, peningkatan kematian terjadi di ruang isolasi Covid-19 RSUD dr. Soekardjo. Atas kondisi tersebut, pihaknya pun berinisiatif menyediakan lebih banyak stok peti mati.

Adapun untuk bahan baku dalam pembuatan peti mati didapat dari bantuan Yayasan Katolik.

“Peti mati dibikin langsung di RSUD dr. Soekardjo di bagian Pemulasaraan,” ucapnya.

Dikatakan Dona, peti mati yang dibuat tidak seperti pada umumnya, karena didesain juga untuk jenazah muslim dan sesuai dengan protokol kesehatan Covid- 19.

Karena dalam pengurusan jenazah pasien Covid-19 mesti melewati protokol kesehatan khusus. Jenazah mesti dilapisi plastik atau dikubur menggunakan peti mati. Namun, dengan ukuran peti mati normal, jenazah sulit diletakan menghadap kiblat khususnya jenazah muslim.

“Untuk jenazah muslim, ukuran peti matinya diperkecil yakni tinggi dan lebarnya tidak seperti peti mati pada umumnya,” katanya.

Dijelaskan, maksud ukuran peti mati diperkecil tujuannya agar jenazah pasien Covid-19, khususnya muslim, posisinya bisa menghadap kiblat.

Ukuran peti mati itu dibuat dengan panjang 200 sentimeter (cm), lebar 45 cm, dan tinggi 60 cm. Agak tinggi agar mayat dapat diletakkan menghadap kiblat lebih mudah dan sempurna dimakamkannya.

Baca Juga :  Seluruh Jemaah Dites Thermogun dan Diberi Sanitizer

“Dengan adanya peti mati itu, diharapkan penguburan jenazah pasien Covid-19 akan lebih sempurna dari sisi agama,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat berharap, masyarakat untuk tidak kendor melakukan protokol kesehatan yakni menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun.

“Salah satu upaya terbaik dalam pencegahan dan penyebaran covid-19 yakni dengan mematuhi protokol kesehatan,” ucapnya.

Juga, jelasnya, dibutuhkan kerja sama dengan semua elemen untuk melaksanakan pencegahan. Adanya rencana pemberian vaksin, bukan jaminan kondisi akan berjalan lebih baik.

“Kalau kita lengah dan tidak waspada, maka virus dengan mudah menyerang sehingga terjadi peningkatan kasus,” ungkapnya. @arn

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Keterpaduan Tata Ruang Mencegah Terjadinya Benturan Kepentingan

Ming Des 13 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS — Mewujudkan keterpaduan antara pelaksanaan rencana tata ruang dengan tidak mengabaikan kepentingan perorangan, berarti mencegah terjadinya benturan kepentingan yang merugikan kegiatan pembangunan antar sektor, daerah dan masyarakat dalam penggunaan sumber daya manusia dan sumber daya buatan melalui proses koordinasi, integrasi dan sinkronisasi perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang dan […]