Kasus Positif Covid-19 di Kota Solo Bertambah 106 Orang di Klaster Keluarga

Kepala DKK Solo, Siti Wahyuningsih./visi.news/istimewa.
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS – Perkembangan penyebaran Covid-19 di Kota Solo selama sehari pada akhir pekan minggu kedua November 2020 mengalami kenaikan yang dinilai paling tinggi selama pandemi.

Jumlah kasus warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 harian, pada Minggu (15/11/2020), mencapai sebanyak 106 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan kepada VISI.NEWS di Balai Kota Solo, Senin (15/11/2020), penambahan 106 orang terkonfirmasi positif tersebut, berasal dari 19 kasus suspect (PDP), enam swab mandiri dan 81 orang tracing kontak dari 34 indeks kasus.

“Berdasarkan laporan Minggu (14/11/2020), terdapat 34 indeks kasus yang mayoritas merupakan klaster keluarga. Warga yang terkonfirmasi positif tersebar merata di beberapa kelurahan,” ujarnya.

Munculnya klaster keluarga yang tertular Covid-19, menurut kepala DKK Solo, disebabkan ada salah seorang anggota keluarga yang saat dilakukan swab test kedapatan positif. Kemudian pihak DKK melakukan tracing dan hasilnya menunjukkan anggota keluarga yang lain –penghuni satu rumah– dalam kondisi tertular.

“Kita melakukan tracing karena ada kontak erat dan kontak dekat. Ini yang kita cari dan ternyata di dalam satu keluarga ada yang tertular. Jumlah kasus positif terdapat di beberapa kelurahan Kota Solo, yaitu Kelurahan Karangasem, Mojosongo, Semanggi, Pajang, Jebres, Pucangsawit, dan Sondakan,” jelas kepala DKK yang akrab disapa Ning itu.

Mengutip data perkembangan terakhir kasus Covid-19 di Kota Solo, dengan bertambahnya sebanyak 106 kasus baru tersebut, jumlah kumulatif kasus Covid-19 mencapai sebanyak 1.661 orang. Di antara jumlah itu, sebanyak 1.026 orang telah sembuh, 436 orang melakukan isolasi mandiri, 124 orang dirawat inap, dan 75 orang meninggal dunia.
Sedangkan kasus suspect terdata sebanyak 1.335 kasus, dengan rincian 26 orang dirawat, 15 orang melakukan isolasi mandiri,sebanyak 1.221 orang discarded dan 73 orang meninggal dunia.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, wanti-wanti, penambahan 106 kasus positif dalam sehari merupakan yang tertinggi di Kota Solo dan paling banyak berasal dari klaster keluarga. Dia menyebutkan, dari 34 indeks kasus tracing kedapatan yang terkonfirmasi positif sebanyak 106 kasus tersebut.

“Menurut laporan, jumlah kasus paling banyak di Kelurahan Jebres. Saya berharap, warga yang melaksanakan kegiatan Jogo Tonggo di Kelurahan Jebres harus bekerja secara maksimal. Kalau masyarakat tidak mau disiplin melaksanakan 3M, pasti akan terjadi ledakan kasus,” tutur wali kota Solo.@tok

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Gantikan Irjen Rudy, Mantan Kapolres Bandung Jadi Kapolda Jabar

Sen Nov 16 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS – Kapolri Jenderal Idham Azis mengangkat Irjen Ahmad Dofiri Sebagai Kapolda Jabar menggantikan Irjen Rudy Sufahriadi yang diangkat dalam jabatan baru sebagai widekswara tingkat 1 Lemdiklat Polri. “Irjen Rudi Sufahradi Kapolda Jawa Barat diangkat dalam jabatan baru sebagai widekswara tingkat 1 Lemdiklat Polri. kemudian penggantinya Irjen Ahmad […]