Kaum Disabilitas Berhak Mengenyam Pendidikan yang Layak

Editor :
Teh Nia saat menemui kaum disabilitas di Desa/Kec. Bojongsoang Kamis (19/11)./visi.news/apih igun

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Calon Bupati Bandung nomor urut 1, Kurnia Agustina menilai, kaum disabilitas memiliki hak yang sama sebagai warga negara Indonesia. Mereka berhak mengenyam pendidikan, kesejahteraan, bahkan lapangan kerja, sama halnya dengan masyarakat pada umumnya.

Teh Nia yang sudah lama berkiprah di Lembaga Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (LK3S) tentu sudah memahami sejauh mana seharusnya peran pemerintah untuk kesejahteraan mereka.

“Saya dulu sudah terbiasa di kelembagaan LK3S yang bermitra dengan Dinas Sosial Kabupaten Bandung untuk menangani teman-teman disabilitas, lalu setelah saya melepaskan semua jabatan itu, saya memasukannya kedalam program kerja pasangan NU Pasti Sabilulungan,” ujarnya disela mengunjungi salah satu warga disabilitas di Desa Bojongsoang, Kecamatan Bojongsoang, Kamis (19/11/2020).

Teh Nia mengatakan, sangat penting untuk membukakan akses seluas-luasnya bagi kaum disabilitas, sebab mereka pun memiliki peran yang besar bagi pembangunan di Kabupaten Bandung.

“Dalam koridor pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan sebagai jaring pengaman sosial, apalagi terkorelasi dengan corona, salah satunya adalah pemulihan dan rehabsos terutama untuk penyandang masalah kesejahteraan sosial termasuk didalamnya teman-teman disabilitas,” katanya.

Ia menyebutkan, selama ini pihaknya sudah mendapat banyak masukan dari kaum disabilitas, salah satunya soal pendidikan dan lapangan pekerjaan. Dimana saat ini masih banyak kaum disabilitas yang belum bisa mengenyam pendidikan yang layak sesuai dengan amanat undang-undang.

“Mereka rata-rata belum bisa mengenyam pendidikan seperti yang sudah diamanatkan undang-undang. Disinilah seharusnya peran pemerintah, dimana pemerintah resmi harus menyediakan porsi pendidikan untuk kaum disabilitas, tapi ternyata ini masih belum bisa direalisasikan, karena mungkin masih terkendala faktor-faktor tekhnis,” ujarnya.

Selain itu, dibidang lapangan kerja, kaum disabilitas masih kesulitan mencari pekerjaan, karena selama ini lapangan kerja yang disiapkan masih belum menyentuh bidang-bidang yang mereka kuasai.

Baca Juga :  BOLA OUT: Geger Wasit Kencing di Lapangan sebelum Kick-off Copa de Brasil

“Jadi ini merupakan PR bahwasannya hak dan kewajiban mereka harus diwadahi juga harus diperhatikan juga sesuai dengan amanat undang-undang, sehingga pendidikan dan lapangan pekerjaan untuk teman-teman disabilitas itulah yang kedepan akan menjadi prioritas saya,” pungkasnya.@pih

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Menag akan Launching Gerakan Madrasah Pandai Berhitung

Kam Nov 19 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Menteri Agama Fachrul Razi direncanakan akan melaunching program ‘Gerakan Madrasah Semangat Berhitung’ pada akhir November 2020. “Mari kita galakkan ‘Gerakan Madrasah Semangat Berhitung’,” kata Menag saat menerima pakar pendidikan dan fisikawan Yohanes Surya, di Jakarta, Kamis (19/11/2020), seperti dilansir kemenag.go.id. Gerakan Madrasah Semangat Berhitung ini merupakan kerja […]