Kawaludin : Dalam Proses Pilkada ASN Mutlak Harus Netral

Editor :
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bandung, H. Kawaludin saat diwawancara wartawan, seusai acara ngawangkong bari ngopi Sabilulungan 2020 di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (20/11/2020) pagi./visi.news/yusup supriatna

Silahkan bagikan

VISI.NEWS-Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bandung, jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) mutlak harus netral. Walaupun memiliki hak suara yang sama, tapi dalam proses politiknya harus netral.

Hal tersebut disampaikan Kawaludin Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Bandung. Menurutnya, dalam proses pilkada ini netralitas ASN menjadi sorotan, khusus nya di kabupaten Bandung.

“Sejauh ini alhamdulillah netralitas ASN di kabupaten Bandung masih kondusif. Ada satu dua muncul, itu bukan ASN. Itu mah oknum. Di Kabupaten Bandung mencapai 16.000 ASN, termasuk saya,” jelas Kawaludin kepada wartawan seusai agenda “Ngawangkong bari ngopi Sabilulungan 2020” di depan Gedung Capetang Pemkab Bandung di Soreang, Jumat (20/11/2020) pagi.

Tindakan tegas kata Kawaludin, harus di implementasikan oleh semua jajaran. Dikarenakan, yang namanya aturan dari tingkat atas harus dilaksanakan sesuai dengan kondisi yang ada di wilayah.

Selain itu tambah Kawaludin, untuk penegakan disiplin dan pengamanan Pilkada Bandung 9 Desember 2020, termasuk pengawasan netralitas ASN dan pengamanan alat peraga kampanye (APK), melibatkan berbagai unsur di lapangan.

“Diharapkan pelaksanaan Pilkada Bandung berlangsung sukses tanpa ekses. Ini bukan tugas khusus atau tugas mutlak Satpol PP. Tapi ini tugas bersama yang melibatkan jajaran TNI, Polri, hingga jajaran Muspika dan aparatur di tingkat desa,” jelasnya.

Kawaludin menjelaskan, sebagai aparatur Pemkab Bandung harus bisa menjaga netralitas ASN jelang Pilkada Bandung menjadi tantangan tersendiri.

Menurutnya, para pegawai di lingkungan Pemkab Bandung yang mendapatkan honor dari APBD harus netral dalam menghadapi Pilbup Bandung. “Ini menjadi tantangan bagi saya dan seluruh ASN,” tuturnya.

Kawaludin menambahkan, di Kabupaten Bandung jumlah TPS mencapai sekitar 6.800 titik, dan anggota linmas direkrut menjadi pengamanan langsung di TPS.

Baca Juga :  Kenangan Camat Pagerageung Tentang Amplop Kosong yang Masuk Gentong Koleha Atasan

Kata Kawaludin, sekarang ini ada ketentuan dari KPU, usia linmas yang dilibatkan langsung dalam pengamanan TPS usianya dibatasi maksimal 50 tahun. Padahal, di lapangan banyak linmas yang usianya di atas 50 tahun.

“Bagi anggota linmas yang sudah tua, karena pekerjaan linmas sudah melekat dan menjadi kebanggaan selain citra diri,” tuturnya.

Pilkada Serentak 2020 ini kata dia, harus menjadi komitmen bersama untuk mensukseskannya dan berusaha untuk menjalin keharmonisan dalam bertugas.

“Tugas ini bukan berdiri sendiri dan saling terkait dan mendukung. Dengan harapan dalam pelaksanaan Pilkada Bandung sukses tanpa ekses,” pungkasnya. @yus

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Mendikbud: Ini 3 Dampak Negatif Jika Terlalu Lama PJJ

Sab Nov 21 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Pemerintah kembali mengeluarkan kebijakan terkait pembelajaran bagi siswa sekolah dalam masa pandemi Covid-19. Kebijakan itu yakni Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19. Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, keputusan pembelajaran tatap muka di sekolah pada […]