VISI.NEWS | JAKARTA – Banting harga dalam program promo Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) ‘Whoosh’ ternyata tak mempengaruhi operasional kereta konvensional Kereta Api Indonesia (KAI) dari Stasiun Bandung. Penumpang tetap penuh, bahkan banyak turis asing.
Pantauan VISI.NEWS yang mencoba melakukan perjalanan menggunakan kereta api Argo Parahiyangan dari Stasiun Bandung pukul 10.50 melihat pemandangan yang menarik. Hampir semua gerbong kelas eksekutif bertarif Rp 200 ribu sekali jalan itu penuh, hanya ada beberapa gerbong kelas ekonomi di belakang yang kosong.
“Kita masih merasa nyaman menggunakan KAI ini ketimbang kereta cepat yang belum benar-benar teruji. Biar lambat asal selamat,” ungkap Usman Sopandi (43) yang sedang melakukan perjalan ke Jakarta.
Selain alasan tersebut, Usman mengatakan, kebetulan ia berniat ke Jalan Kebon Sirih sehingga tidak terlalu jauh dari Gambir. “Mungkin pertimbangan jarak juga yah yang menjadikan saya masih lebih nyaman menggunakan KA Parahiyangan ini,” ujarnya.
Senada disampaikan Astuti Widiastuti (53) yang satu gerbong dengan VISI.NEWS. Ia menyebutkan masih belum bisa move on dari kebiasaan menggunakan kereta konvensional ini. “Mungkin saya belum bisa move on kali yah. Soalnya masih tetap seneng pakai KA ini ketimbang Kereta Whoosh itu,” ujar dosen sebuah perguruan tinggi di Bandung ini sambil tersenyum.
Kereta Cepat Jakarta Bandung ‘Whoosh’ diresmikan pada 1 Oktober 2023 oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pada Oktober ini masih banting harga dan belum ditentukan tarif untuk sekali jalan. Dari Bandung kereta cepat ini mengangkut penumpang dari dua stasiun yakni Tegalluar dan Padalarang.
@m. purnama alam