VISI.NEWS | JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, meminta pemerintah segera mengambil langkah strategis untuk menjaga daya beli masyarakat dan melindungi UMKM menyusul penerapan tarif impor timbal balik sebesar 32% oleh Presiden AS, Donald Trump, terhadap produk dari Indonesia.
Daniel menekankan pentingnya stimulus ekonomi domestik, seperti bantuan dan insentif kepada UMKM agar tetap tumbuh di tengah tekanan global. Ia mengingatkan bahwa tanpa langkah antisipatif, dampak kebijakan tarif AS bisa meluas seperti efek bola salju.
“Langkah pemerintah dalam menghadapi tarif Trump dapat diambil adalah menumbuhkan daya beli masyarakat dalam negeri terutama memberikan bantuan/insentif bagi UMKM untuk terus tumbuh dan konsumsi dalam negeri digenjot, kalau tidak dampaknya terhadap kebijakan Trump seperti bola salju,” ujar Johan, Sabtu (5/4/2025).
Ia juga menyoroti program makan siang gratis, yang menurutnya berpotensi menjadi penggerak ekonomi domestik, asalkan perbaikan pelaksanaan dilakukan segera.
“Makan siang gratis (saat ini) masih banyak dikeluhkan ada berbagai kekurangan dalam implementasinya,” imbuh dia.
Selain itu, ia mendorong pemerintah untuk memperluas kerja sama dagang, terutama dengan negara-negara di luar AS, termasuk menjajaki peluang bersama negara-negara anggota BRICS dengan skema kerja sama yang saling menguntungkan.
“Tentu dengan sistem yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak,” ungkap dia. @givary